Hadiri Deklarasi, KPPS Dipecat

135

MUNGKID– Tindakan tiga anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) menghadiri deklarasi tim pemenangan Prabowo-Hatta di Kecamatan Dukun pekan lalu berbuah pemecatan. Kini ketiganya harus merelakan pekerjaannya diganti orang lain.       
Ketiga orang yang dipecat adalah ketua KPPS TPS 5 Sukorame Ahmad Masduki, dan dua anggota KPPS TPS 10 Dusun Brajan yakni Durrohman, dan M Nadif. “Kami merasa datang ke lokasi, namun kami tidak memberikan dukungan,” kata Durrohman, kemarin.       
Seharusnya, jika dinilai bersalah mereka harus dimintai klarifikasi oleh PPS. “PPS begitu saja bilang kami dipecat tanpa klarifikasi,” ungkapnya.
Dia sendiri mengaku sampai saat ini tak tahu kesalahannya. “Jika kami dianggap bersalah harusnya kami diklarifikasi dulu. Ditanya baik-baik. Pemecatan harusnya juga didahului teguran, jangan langsung main pecat,” ungkap Durrohman.
Nadif mengaku mengetahui pemecatan tersebut melalui warga karena memang tidak ada surat tertulis pemecatan.  Ditemui terpisah, Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifudin mengaku belum menerima laporan perihal pemecatan ketiga KPPS Banyubiru tersebut. Menurut Afifudin penyelenggara pemilu di semua tingkatan memang harus netral.     
Dia mengatakan penyelenggara pemilu tidak boleh menghadiri kampanye capres manapun demi menjaga netralitas. Jika ada penyelenggara pemilu yang ketahuan ikut kampanye maka atasan langsung bisa menonaktifkan yang bersangkutan.
Hanya saja, dia mengatakan tetap perlu dilakukan klarifikasi. “Harus dilakukan klarifikasi untuk memastikan yang bersangkutan ikut kampanye atau tidak. Setelah diklarifikasi disimpulkan melanggar atau tidak,” katanya. 
Sekjen Aliansi Rakyat Magelang Raya untuk Prabowo-Hatta (Army Praha) Agus M Sidik mengaku pihaknya sudah menerima laporan pemecatan tersebut. Army Praha rencananya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.‎ (vie/lis)