Disperindag Siapkan Pangkalan Elpiji

182

DEMAK-Selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran Idul Fitri mendatang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Demak telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk jika terjadi kelangkaan gas elpiji.
Kepala Disperindagkop, Eko Pringgolaksito menegaskan, pihaknya telah menyiapkan pangkalan siaga di 10 agen elpiji yang tersebar di wilayah Demak. Selain itu, menambahkan stok cadangan sebanyak 520 tabung elpiji setiap truk yang ada di pangkalan. Khusus untuk bulan Juli ini, ketersediaan elpiji juga ditambah sekitar 70.700 (12 persen) tabung elpiji ukuran 3 kilogram.
Sedangkan, selama Juni sudah ada tambahan sekitar 35.350 gas elpiji (6 persen). Kuota tambahan itu hanya diberlakukan jika ada kebutuan menonjol seperti saat hendak lebaran. Ini terjadi lantaran permintaan konsumen meningkat.
“Jadi, semuanya sudah kami antisipasi. Jangan sampai ada kelangkaan selama puasa dan menjelang lebaran nanti,” terang Eko Pringgolaksito di kantornya, kemarin.
Menurutnya, pihak Disperindag juga terus memantau pergerakan harga elpiji di tengah masyarakat. “Harga elpiji harus sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Untuk di pangkalan sebesar Rp 14 ribu pertabung dan di agen sebesar Rp 12.700 pertabung serta di tingkat konsumen sebesar Rp 15.500 pertabung. Tidak boleh lebih dari itu,” katanya.
Sejauh ini, belum ada laporan kenaikan elpiji di masyarakat. Karena itu, bila ada informasi bahwa harga elpiji ada yang Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu pertabung itu terjadi akibat panic buying. “Yang jelas, kalau ada kelangkaan atau kenaikan harga di luar ketentuan, kami akan melakukan penyisiran termasuk di wilayah perbatasan rawan terjadi kasus demikian,” katanya. Daerah perbatasan yang diawasi antara lain wilayah Kecamatan Wedung dengan Jepara maupun Karanganyar dengan Kudus. (hib/ida)