Belum Tetapkan Jalan Alternatif

147

PEKALONGAN-Jalur alternative untuk dilalui arus mudik dan arus balik Lebaran, belum bias ditetapkan. Pasalnya, perbaikan jembatan di jalur alternatif penghubung Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang di Kalibeluk,Warungasem belum selesai hingga sekarang.
“Meski begitu, kami telah melakukan persiapan di sejumlah ruas jalan yang dimungkinkan sebagai jalur alternatif untuk arus mudik dan arus balik Lebaran nanti,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto.
Khusus jembatan rusak, katanya, saat ini sudah dibuatkan jembatan darurat di sisi jembatan. Namun dari pantauan di tempat, kondisi jembatan pengganti juga memprihatinkan. Awal hanya dikhususkan roda dua dan kendaraan pribadi saja yang bisa lewat, namun dilewati kendaraan besar terutama truk. “Kini jembatan pengganti juga ikut rusak,” katanya.
Meski begitu, masih ada beberapa opsi jalur alternatif jalan. Di antaranya, dari arah Semarang, berbelok ke arah Warungasem. Setelah itu, dari sebelah timur kantor Kelurahan Duwet, ke utara atau belok ke kanan masuk Kelurahan Duwet, kemudian belok ke kiri masuk Jalan Ampera melewati SMPN 16 Pekalongan hingga Kuripan Lor dan melewati Jalan Gapuro. Rute lainnya, dari arah Semarang, belok ke Jalan Otto Iskandar
Dinata-Jalan Ampera-Kuripan Lor-Jalan Gapuro.
Dari beberapa ruas jalan yang dimungkinkan sebagai jalur alternatif, ada beberapa jalan yang kondisinya kurang baik. Di antaranya Jalan Ampera.
“Jalan Ampera sudah diperbaiki. Sebagian lubang-lubang yang rusak sudah ditambal. Kami perkirakan, pekerjaan menambal lubang jalan yang rusak itu akan selesai dalam satu minggu ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Jalan Gapuro saat ini tengah dilebarkan. Rencananya, Jalan Gapuro akan dilebarkan satu meter di sisi kanan dan sisi kiri jalan hingga pertigaan Simbang. Namun di sekitar jembatan, di sisi utara ada
pipa. Sehingga setelah jembatan, pelebaran jalan dilakukan bervariasi
tergantung dari kondisi jalan. “H-10 Lebaran, pelebaran jalan kami targetkan selesai,” sambungnya.
Sementara itu, jalur alternatif untuk arus mudik kondisinya sudah
baik. Jalur alternatif untuk arus mudik yang dipetakan yakni dari arah
Jakarta-THR-Jalan Imam Bonjol-Jalan Salak-Jalan Seruni-Jalan Ki
Mangunsarkoro-Jalan Pattimura/lurus ke Kabupaten Batang. “Untuk
kondisi jalan di jalur utara sudah baik,” tambah Bambang.
Kasubbag Bin Ops Polres Pekalongan Kota AKP Sumardjo mengatakan, karena di jalur alternatif saat ini ada perbaikan jembatan, Pemkot Pekalongan diminta mencari jalur alternatif lain. “Jika tidak mencari jalur alternatif lain, akan menjadi momok bagi pemudik,” ujarnya.
Menurut dia, Kapolri menargetkan pemudik dari Jakarta masuk kota di
Jawa Tengah dalam waktu 12 jam. Pada kesempatan itu, ia mengusulkan
untuk mengurangi kepadatan arus mudik di dalam kota setelah pengoperasian double track, arus mudik dipecah di depan Stasiun
Pekalongan. (han/ida)