Belum Mampu Gali Sektor PAD Lain

119

GEDUNG BERLIAN – Pemprov Jateng diminta membuat potensi pendapatan sebagai alat ukur penentuan target pendapatan asli daerah (PAD) yang tepat. Selama ini pemprov dipandang belum mampu menggali potensi PAD di luar yang sudah ada.
Anggota Fraksi PKS DPRD Jateng Sri Praptono mengakui realisasi PAD provinsi Jateng selama ini mencapai Rp 13,343 miliar atau melebihi target hingga 105,36 persen. Target PAD tahun ini hanya Rp 12,665 miliar. Meski begitu pemprov diminta membuat peta potensi pendapatan sebagai alat ukur penentuan target PAD yang akurat. Dia berpendapat selama ini peningkatan PAD masih menggunakan pola increamental yang minimalis. ”Ini dibuktikan dari rasio PAD dibanding pendapatan secara keseluruhan masih di peringkat 10 nasional,” katanya.
Beberapa faktor yang menyebabkan potensi pendapatan belum optimal antara lain adanya sebagian wajib pajak dan wajib retribusi daerah yang belum menaati kewajiban pembayarannya. Selain itu promosi potensi retribusi derah masih rendah.
Menurut Sri, sebagian aset daerah juga belum memiliki dokumen kepemilikan sehingga belum dapat dioptimalkan untuk peningkatan PAD. Di sisi lain, kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD) juga belum maksimal. ”Pemprov belum mampu menggali potensi PAD di luar yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jateng Muh Zen Adv menambahkan sumber utama PAD Jateng masih seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu pada pajak. ”Di antaranya, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, serta pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan,” imbuhnya.
Karena itu menurut dia sudah selayaknya jika APBD dialokasikan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang memadai. ”Peningkatan pelayanan kesehatan, sarana prasarana pendidikan, infrastruktur pertanian dan pengembangan usaha kecil menengah perlu untuk ditingkatkan,” katanya. (ric/ton/ce1)