BAGI Asa Christy Anggraeni, dance sudah jadi bagian hidupnya. Sejak taman kanak-kanak (TK), ia sudah mengenal dance. ”Kebetulan ayahku seorang dancer. Mungkin karena itu, bakat dan kemampuan ayah ngedance menurun ke aku,” kata gadis yang akrab disapa Asa ini kepada Radar Semarang.
Asa mengaku serius menjadi dancer setelah duduk di bangku SMP. Ia sempat mengikuti sejumlah lomba, dan sempat masuk sanggar. ”Dulu aku sempet ikut sanggar, tapi berhenti karena orang tuaku kurang cocok,” tutur putri pasangan Santoso Budi Raharjo dan Puji Astuti ini.
Gadis yang saat ini menimba ilmu di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang ini mengaku tetap menekuni dance, tanpa mengganggu sekolahnya. Menurut dia, dance selain kegiatan positif, juga membuat badan jadi bugar dan sehat.
”Sebisa mungkin aku menekuni dunia dance tanpa mengganggu nilai akademikku. Pokoknya, pendidikan tetap nomor satu,” kata gadis supel ini. (mg2/aro/ce1)