Lebih Dekat dengan Dina Yuni Salamah, Atlet Muda Kendal
 
Menekuni beberapa bidang bidang olahraga sekaligus, bukan hal mudah. Tapi Dina Yuni Salamah, 17, telah membuktikannya. Kini berhasil meraih juara tingkat nasional di beberapa bidang olahraga atletik. Seperti apa?
 
BUDI SETYAWAN, Kendal

OLAH raga atletik kurang disukai para pecinta olahraga. Namun tidak bagi Dina Yuni Salamah. Prestasinya melesat dari beragai cabang olahraga atltetik sekaligus. Di antaranya bidang lompat tinggi, lompat jauh, lompat jangkit dan lari estafet.  
Gadis jangkung dengan tinggi 173 cm ini tidak mengira bisa menekuni olahraga atletik. Sebabm sejak kecil Dina tidak pernah mengikuti klub olahraga atau menekuni olaharaga apapun sebelumnya.
“Mulai rutin melakukan olah raga saat SMP. Terutama saat ada lomba, sehingga saya mulai rutin ikut latihan di klub. Sebelumnya malah saya inginnya jadi santriwati dengan mondok di pondok pesantren sesuai keinginan orang tua saya,” ujarnya kepada Radar Semarang, kemarin.
Siswi kelas I SMA 1 Pegandon ini mengaku sejak duduk di bangku SMP itulah, ia mulai ditarik oleh pelatih olahraga atletik di Kendal dan mulai dikenalkan dengan bermacam-macam olahraga atletik. “Sampai akhirnya seperti sekarang ini. Saya jadi suka dan tidak bisa meninggalkan kebiasaan berolahraga,” tuturnya.
Selain olahraga menyehatkan, Dina mengaku bahagia bisa mengharumkan nama orang tua, sekolah dan kampungnya. Terutama dengan prestasi tiap kejuaraan yang telah diraih berkali-kali.
Ya, Dina sudah sudah berkali-kali meraih juara, mulai tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Bahkan baru-baru ini, ia berhasil meraih juara 2 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2014. “Saya kalah sama peserta dari Bali. Tapi meski begitu, saya senang karena bisa sampai tingkat nasional dan dapat juara 2 untuk lompat jangkit,” tandasnya.
Di tingkat provinsi banyak prestasi yang pernah diraihnya. Baik dari olahraga lompat jauh, lompat tinggi, lari estafet, lari 1500 meter dan lainnya.  
Dina mengaku banyak pengalaman yang didapatnya selama ikut berbagai kompetisi dari kota ke kota lainnya maupun dari satu provinsi ke provinsi lainnya.
Perihal sekolah, tak menjadi kendala meraih prestasi dalam bidang olahraga. “Waktu belajar ada sendiri. Sebab latihan sore hari. Sedangkan waktu malam dan pagi, bisa saya gunakan untuk belajar,” akunya.
Pelatih olahraga atletik, Zen Yukri Iswandaru, mengungkapkan jika prestasi Dina patut diacungi jempol. Kendati atlet baru, namun sudah menorehkan banyak juara. “Kami yakin, jika Dina bisa tekun dan terus berlatih, ia bisa mewakili Indonesia di tingkat kejuaraan internasional,” katanya.
Menurutnya, Dina sosok yang cepat tanggap saat diajarkan teknik olah raga atletik. Dina juga memiliki potensi tinggi. Meski baru diajarkan sedikit, sudah bisa mempraktikkan. “Saya berharap, sosok Dina ini bisa menjadi tauladan bagi generasi muda di Kendal dalam bidang olahraga atletik,” harapnya. (*/ida)