SEMARANG – Mengawali Ramadan 1435 Hijriyah, Wali Kota Semarang lakukan tarawih perdana di Masjid Besar Kauman, bersama warga sekitar masjid bersama para Muspida dan kepala SKPD, Camat dan Lurah, Sabtu (28/6) malam.
Di hari pertama tarawih ini, masyarakat sangat antusias. Tampak terlihat jemaah meluber hingga sampai serambi luar masjid. “Saya bersyukur melihat kesungguhan para jemaah untuk mendapat ridho Allah SWT di Bulan Ramadan,” kata Wali Kota dalam sambutannya.
Wali kota yang akrab disapa Hendi ini berharap masyarakat menciptakan suasana kondusif, guyup sehingga proses percepatan pembangunan Kota Semarang berjalan baik dan lancar serta kedepannya dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dengan lancar. Kalaulah ada perbedaan/khilafiyah dalam penetapan 1 Ramadan, jangan diperdepatkan. “Jadikan perdepatan tersebut sebagai warna yang indah dari Allah SWT, dan sebagai ujian sebagai warga muslim untuk bisa lebih saling menghormati dan menghargai,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di Kota Semarang, bahwa ia bersama-sama aparat kepolisian berupaya menciptakan kenyamanan dan keamanan khususnya warga muslim yang menjalankan ibadah puasa dan tentu saja umat lain nasrani maupun non-nasrani. “Dari kepolisian akan bekerja keras melakukan penertiban-penertiban di tempat-tempat yang dirasa bisa membawa potensi merusak kekhusyukan di bulan Ramadan. Seperti sumber-sumber minuman keras, narkoba, dan lainnya,” tegas Hendi.
Sedangkan dari Pemkot Semarang telah melakukan usaha-usaha selama dua minggu terakhir seperti penertiban mulai dari tempat-tempat hiburan malam sampai beberapa wilayah yang kemungkinan ada tindakan-tindakan potensi asusila.
Wali Kota mengajak kepada jamaah yang hadir untuk mencintai kota ini terlebih dulu sehingga akan melakukan dalam berbagai hal untuk kota ini dengan tulus dan ikhlas. “Mari kita bersama-sama menjadi warga kota semarang yang suka dengan kebersamaan, cinta dengan keguyuban dan semakin erat untuk bisa membuat Kota Semarang menjadi lebih baik,” tandasnya.
Sementara takmir masjid setempat KH Hanif Ismail dalam khotbahnya berharap agar bulan Ramadan memperbanyak untuk beribadah. Ibadah yang bisa dilakukan di antaranya tadarus Qur’an, bersedekah, berbuat baik pada diri sendiri, sesama orang lain maupun pada Allah SWT.
Hanif menambahkan di Masjid Kauman selama bulan Ramadhan terbuka untuk masyarakat umum untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif. Diwalai dengan setelah sholat subuh berjamaah akan ada kajian kitab kuning/ fiqih/ hukum-hukum islam dan aqidah. Dilanjutkan setelah dzuhur aka nada tauziah dari imam besar Masjid Kauman KH. Achmad Nackib Nur Alhafid tentang kajian Waqina serta tafsir Quran. “Setelah Sholat Ashar, kegiatan tematik sekaligus berbuka bersama di Serambi Masjid. Kemudian malam hari setelah Sholat Tarawih aka nada tadarusan yang mana akan ditargetkan selama sebulan penuh harus khatam 30 juz,” jelas Hanif.
Selain itu juga ada kegiatan insidentil di tiap hari Ahad sore, yang mana akan dibahas kajian hadis, tafsir, akhlak, tasawuf. Kemudian dilanjutkan dengan berbuka bersama. Lebih lanjut dikatakan Hanif, di 17 Ramadan akan diselenggarakan peringatan Nuzulul Quran. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya di 10 hari terakhir hari ganjil melakukan iktikaf bersama dilanjutkan sholat tasbih dan bermunajat di hari ke 27-nya. “Mudah-mudahan Ramadan ini bisa memberi tambahan wawasan tentang keagamaan kita dan juga mengarahkan kita untuk selalu istiqomah di dalam menjalankan ibadah pada Allah,” tandasnya. (zal/smu)