6 Pasangan dan 6 PK Terjaring Razia

213

Dua Oknum Guru dan Perangkat

REMBANG – Enam pasangan dan enam penyaji kopi (PK) terjaring razia gabungan oleh Satpol PP, Polres Rembang, Dinbudparpora, kemarin malam. Operasi yang memfokuskan prostitusi, miras, dan kafe yang masih bandel buka jelang Ramadan ini, dua di antaranya adalah oknum guru dan perangkat. Sedangkan enam PK masih di bawah umur dan menyalahi aturan buka.
Dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) berlangsung Jumat petang hingga dini hari ini. Petugas secara bersamaan, pukul 20.30 berangkat dari Mapolres Rembang, satu tim menyisir di wilayah Kota Rembang hingga ke Kecamatan Sulang. Tim lainnya, menyisir di sepanjang jalur pantura Lasem hingga masuk di wilayah Kecamatan Pamotan.
Jawa Pos Radar Kudus yang kebetulan bergabung dengan tim satu. Tim ini bergegas menuju daerah barat melakukan operasi di sejumlah hotel di jalur pantura kota. Hotel pertama yang dituju, yakni Tiara. Namun hasilnya nihil. Tim ini kemudian bergegas melakukan patroli di Hotel Kartini dan Pantura. Dalam perjalan kedua ini, petugas menemukan satu pasangan di Hotel Kartini.
Pasangan perempuan berinisial IDL yang merupakan salah satu oknum guru di daerah Magetan bersama pasanganya IDS, warga Sambiyan, Kaliori mengaku telah menikah siri. Namun, akibat IDS tidak membawa kartu identitas, terpaksa harus digelandang petugas ke atas truk.
Tidak berhenti disitu, penyisiran dilanjutkan di Hotel Puri Indah. Satu pasangan kembali terjaring. Pasangan ini mengaku sebagai suami-istri. Walaupun sempat terjadi adu argumentasi, akhirnya pasangan ini dibawa petugas. Sebab ketika diminta menunjukkan surat nikah meraka tidak membawanya. Alasannya, warga asal Pati ini mengaku, kelelahan perjalan dari Cepu serta kemalaman di jalan, sehingga memutuskan istirahat di hotel. Tidak cukup di hotel, spontanitas tim pertama menuju kafe di jalur lingkar Desa Gedangan, Kecamatan Rembang.
Di tempat hiburan yang diminta mematuhi jam buka selama Ramadan tersebut, ternyata masih ada yang belum dipatuhi pengelolanya. Bersamaan, tanpa koordinasi ternyata ada satu mobil kepolisian Sabhara yang terlebih dahulu datang di tempat hiburan tersebut. Di kafe tersebut, petugas mendata empat pemandu karaoke dan juga mengamankan teko berisi minuman keras.
Sementara dalam koordinasi tim kedua, empat pasang muda-mudi dan salah satunya oknum lurah di Kabupaten Batang juga terjaring razia dan diangkut ke truk patroli petugas. Oknum perangkat desa berinisial KHU dan perempuanya DAR di razia petugas di Hotel Tasiksono Asri sekitar pukul 21.40. Meraka mengaku sudah nikah siri, di mana DAR yang beralamat di Desa Pucakagading, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengaku menyandang status cerai. (noe/lin)