177 Kelurahan Siap Bersaing

191

SEMARANG – Menyambut HUT Republik Indonesia ke-69, Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang menggelar ‘Lomba Gapura Kampung’ antar RT/RW se-Kota Semarang. Event yang didukung oleh Semen Indonesia dan Perusahaan Gas Negara (PGN) ini disambut antusias para calon peserta.
Asisten II Sekda Kota Semarang Ayu Enthis mengatakan, event ini akan membuat perayaan HUT RI di Kota Semarang makin meriah dan semarak. Sudah lama lomba gapura tidak digelar di Kota Semarang. Dulu, tiap kali perayaan HUT RI atau dikenal dengan “17 Agustusan”, masyarakat tanpa dikomando menghias gapura di kampungnya masing-masing. Gapura dicat, dihias, dipasangi lampu-lampu dan pernak-pernik lain yang membuat perayaan HUT RI menjadi sangat berkesan. Namun akhir-akhir ini kebiasaan yang mempertebal rasa nasionalisme warga itu menghilang.
“Karena itulah, Bapak Wali Kota menggagas lomba tersebut. Ini akan membuat perayaan HUT RI di Kota Semarang akan meriah. Kami berharap tiap kelurahan untuk segera mewakilkan pesertanya, dan dengan antusias mengikuti lomba ini,” ujarnya.
Sekretaris panitia Lomba Gapura Kampung, Sugiyanto Wiyono, mengatakan lomba sudah siap digelar. Dimulai dengan pembagian formulir pendaftaran disertai petunjuk teknis ke kelurahan melalui kecamatan masing-masing. Selanjutnya pendaftaran dibuka mulai 1-5 Juli mendatang, di sekretariat panitia lomba, Kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55 Semarang. “Jadi tiap kelurahan bisa mengambil formulir pendaftaran di tiap-tiap kecamatan. Lalu silakan tiap kelurahan menunjuk satu kampung atau RT atau RW di lingkungannya untuk didaftarkan sebagai peserta lomba,” jelas Sugiyanto, kemarin.
Dikatakan Sugiyanto, bahwa untuk peserta memang dibatasi satu kampung/RT/RW mewakili tiap kelurahan di Kota Semarang. Ini mengingat jumlah kelurahan di Kota Semarang sudah mencapai 177, sehingga bila peserta membeludak akan menyulitkan penjurian.
Tahapan lomba, lanjut Sugiyanto, setelah proses pendaftraran dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba. Tiap peserta yang sudah mendaftar diberi kesempatan yang cukup lama yakni selama satu bulan lebih mulai 6 Juli hingga 15 Agustus untuk membuat, menghias, atau merenovasi gapura yang dilombakan. Penjurian dimulai 16 – 20 Agustus dan pengumuman lomba 22 Agustus, dalam sebuah acara seremonial di Pemkot Semarang.
Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, tahun ini adalah awal dimulainya lagi pembuatan gapura-gapura di Kota Semarang untuk menyemarakkan HUT RI. Lomba Gapura Kampung adalah salah satu upaya untuk merangsang masyarakat membuat atau menghias gapura-gapura di kampung-kampung. Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, pembuatan gapura di kampung-kampung ini dapai dimaknai sebagai nasionalisme, semangat, kreatifitas, serta berguna untuk membuat meningkatkan kekompakan serta tali silaturahmi warga. “Insya Allah lomba ini akan dilaksanakan setiap tahun. Kita akan memberikan piala bergilir, selain piala tetap dan hadiah uang,” ujar Hendi. (smu)