Sopir Dibius, Truk Dirampok

152

MUGASSARI – Komplotan perampok spesialis truk dengan modus menggunakan obat bius berhasil dibekuk Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Kawanan ini kerap beraksi di sepanjang jalan pantura dengan sasaran truk-truk kosong. Modusnya dengan memberikan obat tidur. Ketika korban tertidur, truk dibawa kabur dan korban dibuang di pinggir jalan.
Anggota komplotan ini adalah Syarif Aryo Sujarwo, 53, warga Prajurit, Mojokerto; Nurul Aini, 34, warga Tugurejo, Tugu; serta Darnoto, 34, warga Tugurejo, Tugu. Selain itu, dua penadah barang rampasan juga ditangkap, yakni Suparjan, 39, warga Bojonegoro; serta Fathul Ashom, 39, warga Lamongan.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah AKBP Agus Santoso mengatakan, Syarif Cs tercatat sudah dua kali beraksi di Jawa Tengah. Di Purwodadi dan Temanggung. Komplotan ini sudah profesional dalam menjalankan aksi kejahatannya. ”Ada yang bertugas mencegat truk dan menawarkan ada barang yang bisa diangkut yakni bunga dan pupuk,” katanya.
Ketika sudah terjadi kesepakatan harga, pelaku lantas mengajak korban berangkat. Di tengah perjalanan mereka mengajak korban berhenti di warung untuk makan. Di warung makan itulah ketika korban lengah langsung diberi obat tidur. Tidak tanggung-tanggung, 20 butir langsung diberikan. ”Ya biar tidak sadar, jadi pelaku dengan mudah bisa bawa kabur truknya,” jelas Agus.
Syarif mengaku sudah merencanakan secara matang sebelum mereka terjun ke lapangan. Obat bius yang didapatkan dari Jakarta menjadi alat utama dalam menjalankan aksi perampokan. Tiap 10 butir obat tidur dibeli dengan harga Rp 15 ribu. Setelah itu, mereka membagi tugas untuk mencari korban dengan menawarkan muatan bunga dan pupuk. ”Setelah deal, saya minta korban dibawa ke rumah makan. Saat itulah ketika korban lengah saya masukin obatnya,” akunya.
Ia mengaku memberikan dosis besar yaitu 20 butir yang dicampurkan dengan air. Agar tidak dicurigai, obat yang berwarna kuning itu dicampurkan pada makanan korban. Begitu masuk tubuh, dalam jangka 30 menit korban pasti akan langsung tertidur. ”Biasanya sampai dua hari korban baru tersadar. Obatnya memang kuat,” imbuhnya.
Setelah korban pusing, korban diajak ke dalam truk dan komplotan ini melanjutkan perjalanan bersama dengan pelaku lain. Di tengah jalan, ketika sudah tidak sadarkan diri, korban langsung dibuang di tengah jalan. Sedangkan truk dibawa kabur untuk dijual. ”Truk saya jual Rp 50 juta. Hasilnya dibagi bertiga,” imbuhnya.
Dari tangan tersangka diamankan berbagai barang bukti. Di antaranya, 1 truk bernopol AA 1887 EE, buku tabungan BRI, buku tabungan Mandiri, 2 tablet ativan berisi 20 butir, serta sejumlah uang hasil kejahatan. Kelima tersangka saat ini masih mendekam di balik jeruji besi. Mereka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. (fth/ton/ce1)