Serius Membangun UMKM

172

WONOSOBO – Upaya pemerintah Kabupaten Wonosobo mendongkrak perekonomian lokal melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai kabupaten pro UMKM. Wonosobo mendapatkan penghargaan lantaran melakukan pemberdayaan UMKM berbasis one district one product (satu daerah satu produk) dan one village one product (satu desa satu produk).
Penghargaan diberikan oleh Plt.Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo yang mewakili Bupati Wonosobo, Kamis (26/6) malam di Hotel Crown Semarang.
Menanggapi penghargaan yang diterima, Bupati Wonosobo Kholiq Arif  menyampaikan pihaknya sangat serius dalam membangun UMKM di Wonosobo. Pemberdayaan UMKM merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian masyarakat Wonosobo.
“UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan berperan dalam proses peningkatan pendapatan masyarakat,”katanya.
Kholiq menyebutkan,  UMKM mempunyai elan vital dalam menjaga ketahanan ekonomi, dia mencontohkan di masa krisis UMKM dikenal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami mendorong UMKM untuk terus tumbuh sehingga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja sehingga bisa menekan angka pengangguran,”katanya.
Dikatakan Kholiq, dalam rangka perluasan kesempatan berusaha bagi wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran, keberadaan UMKM yang dominan sebagai pelaku ekonomi merupakan subyek vital dalam pembangunan.
“Pelaku UMKM merupakan pelaku usaha yang mandiri, kukuh dan fleksibel, dalam kondisi normal maupun krisis sekalipun,” ujarnya.
Upaya keseriusan pemkab dalam mendorong UMKM, kata Kholiq, salah satunya diwujudkan dalam beberapa tahun terakhir telah melaksanakan beberapa program, seperti pemberian izin gratis untuk UMKM sebanyak-banyaknya dan sejak tahun 2009 sampai sekarang lebih dari 18 ribu UMKM telah memperolehnya.
“Kami juga lakukan klasifikasi produk yang diorientasikan ke pasar sehingga sampai saat ini sudah ada 73 produk unggulan yang bisa masuk pasar modern dengan pemberian barcode khusus,” paparnya.
Ditambahkan, program lainnya adalah kanalisasi modal melalui bentuk-bentuk pelatihan, sesuai dengan produk yang dibutuhkan atau sesuai kebutuhan produsen, seperti packing, penentuan rasa dan pembuatan bentuk olahan sesuai basic need atau kebutuhan dasar serta fasilitasi permodalan melalui Bank Wonosobo dengan kredit sangat murah yakni 0,7 persen per bulan.
“Upaya tersebut selaras dengan program prioritas yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Wonosobo tahun 2010-2015 yakni peningkatan, perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, melalui pengembangan kelembagaan, produktivitas dan pelatihan kewirausahaan,”pungkasnya. (ali/lis)