PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad akan menerapkan kedisiplinan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Pemkot secara serius. Pasalnya, Pemkot akan mengenakan sanksi berupa denda potong gaji jika PNS pulang lebih awal tanpa izin dan tanpa keterangan.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, selama memasuki bulan Ramadhan, banyak PNS yang tidak disiplin, dengan masuk jam kerja terlambat dan pulang lebih awal. Meski Pemkot Pekalongan telah menetapkan aturan resmi mengenai aturan jam masuk dan pulang PNS selama bulan Ramadhan, namun untuk meningkatkan disiplin terhadap PNS, sanksi akan dilakukan, sesuai dengan tingkat kesalahan.
Kabid Mutasi dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekalongan Eko Purwantoko menjelaskan, bahwa ada perubahan jam kantor PNS selama bulan Ramadhan, yakni Senin sampai Kamis dimulai pukul 07.30 sampai 14.45 dan Jumat sampai pukul 11.00. “Jika ada PNS yang berani pulang 1 hingga 2 jam lebih awal, tanpa kepentingan jelas, gaji akan dipotong 4 persen. Lebih dari 2 – 5 jam akan dipotong 15 persen atau dianggap tidak masuk kerja.” jelas Eko.
Sementara itu, Ahmadi, 42, PNS di lingkungan Pemkot Pekalongan mengatakan sanksi yang diterapkan Pemkot Pekalongan tampaknya akan sulit diterapkan. ”Harusnya ada pegawasan yang ketat pada semua PNS, tidak hanya yang ada di lingkungan Pemkot saja,” katanya. (thd/ric)