MAGELANG – Untuk menekan ledakan penduduk, BKKBN menggelar KB gratis di tempat-tempat umum. Seperti halnya di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jumat (27/6) kemarin.
Kegiatan itu merupakan pengembangan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) program kependudukan keluarga berencana (KKB) dan pembangunan keluarga (PK) berbasis komunitas.
“Khususnya untuk komunitas pedagang pasar serta komunitas media elektronik baik TV maupun radio,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Magelang (BPMPKB), Wulandari Wahyuningsih.
Kepada Radar Kedu Wulan menuturkan, acara ini dikemas menarik dalam bentuk gerakan pemberdayaan keluarga pas sasaran (Grebek Pasar) dengan tema “Ketahanan Keluarga Sebagai Pilar Ketahanan Bangsa” dengan segmentasi pasangan usia subur (PUS).
Wulan menjelaskan, selain KB gratis pihaknya juga membagikan alat kontrasepesi (alkon) secara gratis bagi penjual ataupun pengunjung di pasar itu. “Selain tujuannya untuk sosialisasi dan mengajak untuk KB, ini merupakan satu upaya agar pasar ini banyak dikunjungi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan ini, stok alkon khusus untuk kondom ada ribuan. “Magelang termasuk kota terpilih untuk program grebeg pasar. Ini merupakan reward bagi Kota Magelang yang sukses dengan program KB-nya. Sedangkan sebelumnya yang dilakukan di Sukoharjo, merupakan upaya untuk mengenalkan lebih dekat program KB kepada masyarakat disana yang terbilang masih cukup rendah kesadaran untuk KB,” paparnya.
Ia menyediakan KB gratis dengan beberapa jenis yang bisa dipilih. Ada KB spiral, suntik, susuk ataupun yang menggunakan pil. “Semua ada dan gratis. Bahkan ada bingkisan bagi mereka yang mau ikut KB hari ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Advokasi Penggerakan Data dan Informasi Perwakilan Jateng (ADPIN) Joko susanto mengatakan, akan melakukan grebeg pasar di seluruh Indonesia. Menurutnya KB dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sesuai survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI), kepahaman KB di Jateng sebesar 99 persen, namun yang aktif ikut KB hanya 60 persen saja. Itu artinya harus lebih gencar mengajak masyarakat untuk KB,” terangnya dalam sambutannya.
Salah seorang pengunjung pasar, Saroh, 40, mengaku terbantu dengan adanya KB gratis. “Saya pakai KB suntik, jadi setiap bulan rutin untuk KB. Senang hari ini bisa sedikit ringan pengeluaran saya, uang yang biasanya saya keluarkan untuk suntik KB di luar bisa saya gunakan untuk tambahan belanja,” terangnya. (mg4/lis)