Daging Ayam Meroket

141

MUNGKID– Harga daging di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magelang mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Bahkan satu kilogram kini tembus Rp 32 ribu.     
“Naiknya bertahap sejak dua pekan lalu,” kata Siti, 32, pedagang di Pasar Borobudur, kemarin.    Menurutnya, harga ayam pedaging dari tangan peternak sekitar Rp 20-25 ribu. “Permintaannya tinggi,” kata dia.
Waluyo, 40, salah satu peternak ayam di Dusun Gadungan, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan menjelaskan, kenaikan harga ini sudah menjadi hal biasa menjelang bulan suci Ramadan. “Banyak yang dipakai buat nyadranan. Sehingga kebutuhan ayam daging mengalami peningkatan,” kata dia.     
Dia menjelaskan bahwa, ayam ternak yang dikelolanya sebanyak 10 ribu ekor. Ayam itu diambil pedagang dari berbagai daerah seperti Kebumen, Jakarta, dan pedagang lokal. Para pedagang itu biasanya mengambil ayam pedaging setiap masa panen 40 hari sekali.        
“Harga tahun ini termasuk harga tertinggi dari sebelumnya. Untuk tahun lalu saja harganya hanya sekitar Rp 30 ribu, kali ini mencapai Rp 33 ribu di tangan konsumen,” ungkapnya.      
Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Anang Kusbandiyarto menegaskan, harga daging ayam menembus harga tertinggi dari tahun sebelumnya. Pada jelang Ramadan dan Lebaran tahun lalu, harga hanya berkisar Rp 30 ribu. Namun untuk tahun ini harga telah mencapai puncaknya.  
”Peningkatan harga daging ayam di lapangan cukup cepat. Selang 3 hari saja harga sudah meningkat dari sebelumnya Rp 29 ribu menjadi Rp 33 ribu/kg. Memang tahun ini harga paling parah jika dibanding tahun sebelumnya,” jelas Anang. 
Anang mengatakan, selain daging beberapa barang dagangan yang mempengaruhi inflasi diantaranya beras, telur, minyak goreng dan lainya. Jenis dagangan itu juga diketahui mengalami peningkatan.     
“Harga minyak goreng naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.000 per kg.  Gula pasir dari harga sebelumnya Rp 9.500 menjadi Rp 10 ribu per kg. Sementara untuk telur naik menjadi Rp 18 ribu dari sebelumnya  Rp 14 ribu per kilogram,” jelas Anang. (vie/lis)