MAGELANG – Polres Magelang Kota menggelar rekonstruksi kasus pelemparan bom molotov di rumah wartawan Radar Jogja, Frietqi Suryawan alias Demang warga Kampung Jagoan 3, Jurangombo Selatan, Jumat (27/6) lalu. Pelaku adalah N warga Kaliangkrik, H dan Y keduanya warga Kota Magelang tertangkap satu bulan lalu. Mereka menjalani reka ulang 13 adegan.
Reka ulang dipimpin Kapolres AKBP Tommy A Dwianto. Reka ulang digelar untuk meyakinkan penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) bahwa kasus ini memang benar terjadi dan melibatkan ketiga tersangka tersebut.
“Ketiga pelaku menunjukan aksi pelemparan bom molotov tersebut di rumah korban,” ujarnya.
Motif perbuatan kriminal itu dilakukan karena dendam terhadap korban yang telah menulis pemberitaan seputar Pasar Rejowinangun. Meski begitu, pelaku masih bungkam soal siapa yang menyuruh atau otak di balik teror yang dilakukan Februari lalu.
Ia mengatakan dalam reka ulang, N bertindak sebagai penunjuk rumah korban. Sementara dua pelaku lain saling berboncengan sepeda motor sebagai eksekutor. Adapun pelempar molotov adalah pelaku yang duduk di belakang.
“Kami membuat dua berkas terpisah (split) untuk tersangka N dan satu lagi untuk tersangka H dan Y. Setelah reka ulang, kami akan segera membuat berita acara dan melanjutkan kasus ini ke kejaksaan dan pengadilan” kata Tommy. Senada disampaikan Kasatreskrim AKP Suyatno bahwa kasus ini belum mengarah ke tersangka lain, karena masih mengembangkan kasus.  “Kami masih terus berusaha mengungkap kasus ini, dan pelaku di jerat pasal 187 tentang pembakaran dengan ancaman hukuman 12 tahun.” tandasnya.
Sementara itu, Frietqi Suryawan mengapresiasi kerja polisi yang sudah sampai tahap rekonstruksi. “Tapi saya masih belum puas, karena ketiga pelaku hanya dijerat pasal pembakaran saja. Saya harap pelaku dijerat juga dengan UU Pers, karena telah berupaya menghalang-halangi kerja jurnalistik saya. Hal ini mengingat pelaku mengakui kalau ia melempar molotov ini, karena terkait pemberitaan saya soal Pasar Rejowinangun,” ujarnya. (mg4/lis)