MUNGKID– Warga Dusun Dawung Desa Banjarnegoro Kecamataan Mertoyudan Kabupaten Magelang punya cara unik menyambut bulan suci Ramadan. Mereka menggelar perang bojong banyu (perang air) di lapangan dusun, kemarin sore.
Ritual yang digelar setiap tahun ini, diawali dengan pengambilan air dari sumber di sendang dusun. Air diambil oleh sesepuh desa Purwo Sumarto, 70 kemudian diarak oleh ratusan warga dan kelompok seni.       
Sumber air yang menghidupi warga setempat itu kemudian didoakan di tengah lapangi dengaan iringan tari-tarian.   Tak lama kemudian, air dibagikan ke ratusan warga yang sudah mengelilingi lapangan. Air dikemas dengan plastik.     
Begitu ritual selesai, pemipin acara berteriak. “Perang dimulai.” Seketika itu pula bungkusan air itu dilempar-lemparkan ke semua orang yang diincar. Alhasil semua warga berbasah-basah.     
“Tidak ada yang boleh marah saat terlempar air,” kata panitia acara, Gepeng Nugroho, kemarin.   Karena pada dasarnya, kata dia, air itu menyucikan warga menjelang ibadah puasa. “Seperti ritual padusan,” katanya.     
Selain itu, acara yang dirangkai dengan pertunjukan kesenian ini juga bertujuan memberikan hiburan kepada warga. “Juga untuk memupuk persaudaraan,” tambah Gepeng.  Suyatno, 45, salah satu warga mengaku senang dengan ritual ini. Meski sakit saat tertimpa air, dia mengaku tak marah dan justru menikmatinya. (vie/lis)