Wisata Malam Tepis Kesan Seram Lawang Sewu

101

SEKAYU – Beberapa bagian gedung Lawang Sewu telah selesai direnovasi. Pemugaran tersebut diharapkan dapat menepis kesan angker dan mendongkrak kunjungan wisatawan.
”Gedung A sudah selesai direnovasi pada 2011 lalu. Saat ini sedang berjalan pemugaran pada gedung B-D dan E,” ujar Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang Wawan Ariyanto, Rabu (25/6) malam.
Pemugaran yang diperkirakan menghabiskan dana hingga 1,6 miliar tersebut ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Renovasi tersebut diharapkan dapat menghilangkan kesan seram, khususnya pada malam hari. ”Kebanyakan orang tahu Lawang Sewu kalau siang saja, karena image-nya yang angker. Padahal kalau malam hari tak kalah bagus. Dan kami buka hingga pukul 21.00, jadi suasana malam di Lawang Sewu bisa dinikmati,” ujarnya.
Perbaikan demi perbaikan serta promosi yang dilakukan ini berhasil mendongkrak jumlah wisatawan. Pada tahun 2012 tercatat ada sebanyak 25 ribu pengunjung per tahun, tahun 2013 meningkat menjadi 60 ribu per tahun. ”Nah, sekarang di pertengahan tahun saja sudah mencapai 165 orang pengunjung. Ke depan diharapkan per tahunnya bisa mencapai hingga 500 ribu orang,” ujar Wawan.
Manajer Aset dan Museum PT KAI Daop 4 Sapto Hartoyo menambahkan, peninggalan bersejarah ini termasuk dalam cagar budaya kategori A. Yaitu cagar budaya yang telah diakui secara nasional dan mendapatkan sertifikat langsung dari Kementerian Pariwisata. Selain itu, lanjutnya, PT KAI juga telah mendaftarkan Lawang Sewu ke Unesco sebagai salah satu warisan budaya dunia. ”Kita patut berbangga, karena di dunia hanya ada 3 bangunan lain yang karakteristiknya sama seperti Lawang Sewu,” imbuhnya. (dna/ton/ce1)