MUNGKID– Tempat wisata di Kabupaten Magelang harus saling terintegrasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Apalagi selama ini wisatawan masih terpusat di Candi Borobudur.
Sebagaimana diketahui, hampir setiap tahun jutaan pengunjung datang ke Candi Borobudur. Namun, Kabupaten Magelang tidak pernah mendapatkan bagi hasil pendapatan dari tiket tersebut.     
“Seharusnya lokasi-lokasi wisata di Kabupaten Magelang terintegrasi dalam sebuah paket wisata supaya semua dapat manfaatnya,” kata Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Bambang Irianto di sela-sela menerima rombongan Radar Kedu, kemarin.     
Menurut Bambang, paket wisata Candi Borobudur selama ini banyak dimanfaatkan oleh wisata di Jogjakarta. Seperti Candi Prambanan, Malioboro, Parangtritis, dan wisata lainnya. “Sehingga Jogja lebih maju,” kata dia.     
Bambang mengatakan sebenarnya banyak lokasi wisata di Kabupaten Magelang yang potensial. “Seperti Ketep Pass itu bagus, tapi sayang jalan menuju ke sana rusak berat,” ungkap dia.     
Untuk terus memajukan wisata di Kabupaten Magelang dia berharap ada semacam forum diskusi para pelaku wisata dan pemerintahan. “Juga para agen-agen perjalanan yang bisa mengarahkan tujuan wisatawan,” tambah Bambang.     
Di musim liburan sekolah saat ini, kata dia rata-rata Candi Borobudur dikunjungi 16 ribu orang setiap hari. Bahkan hari Minggu (22/6) lalu pengunjung mencapai 22 ribu.     
“Kalau peluang ini bisa ditangkap maka wisatawan bisa memberi manfaat lebih banyak untuk masyarakat Magelang,” kata dia. General Manager Radar Kedu, Iskandar mengatakan siap memberikan dukungan untuk kemajuan wisata di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Salah satunya melalui kerja sama sosialisasi program dan promosi wisata. (vie/lis)