WONOSOBO –  Sedikitnya 2953,417 gram sabu-sabu kemarin (26/6) dimusnahkan dengan cara dibakar. Disamping sabu-sabu dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) juga dimusnahkan jenis nakoba lainnya. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida.
Menurut Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Wonosobo, Hadi Soesilo bahwa narkoba yang dimusnahkan, merupakan barang bukti kasus narkoba yang ditemukan kepolisian dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Wonosobo.
“Barang yang dimusnahkan merupakan temuan sepanjang tahun 2013 – sampai Juli 2014,”katanya.
Dirincikan, sabu –sabu yang dimusnahkan tersebut ditemukan dalam 13 paket bersama beberapa barang bukti lain yakni 3 pipet yang masih ada sisa sabunya. Kemudian, 4 set alat hisap atau bong, 1 sedotan dan 1 korek api gas. Kasusnya sendiri ada 10 perkara dan semuanya sudah diputus di Pengadilan Negeri Wonosobo.  
Selain sabu, dimusnahkan 6 paket ganja yang ditemukan dalam 2 perkara, uang palsu pecahan seratus ribu sebanyak 731 lembar dan pecahan lima puluh ribu sebanyak 68 lembar yang ditemukan dalam 3 perkara, serta minuman keras 49 botol yang ditemukan dalam 4 perkara.
“Sama seperti kasus sabu, semua kasus tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Wonosobo,”tegasnya.
Kepala Satuan Narkoba Polres Wonosobo AKP Bambang Budiyono menyebutkan,  jumlah kasus dan tersangka tindak pidana narkotika, psikotropika dan obat-obatan yang telah diungkap oleh Satuan Narkoba Polres Wonosobo, pada tahun 2011 ditemukan 16 kasus dengan tersangka 25 orang. Tahun 2012 ditemukan 19 kasus dengan tersangka 22 orang, tahun 2013 ditemukan 11 kasus dengan tersangka 14 orang dan tahun ini sampai pertengahan bulan Juni sudah ditemukan 7 kasus dengan tersangka 7 orang. “Jumlahnya tiap tahun naik turun, untuk itu harus waspadai,”katanya.
Wakil Bupati, Maya Rosida meminta agar peringatan HANI tahun ini yang mengangkat tema drug use disorder are preventable and treatable, mampu menjadi inspirasi penggerak dan pendorong segenap komponen masyarakat dalam menyelamatkan pengguna narkoba dan mencegah agar jumlahnya tidak bertambah.
“Salah satu pola yang harus dilakukan melalui rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba,”katanya.
Melalui rehabilitasi ini, kata Maya, harapannya dapat kembali melaksanakan fungsi sebagai anggota masyarakat secara normal, namun tetap perlu dikuatkan pada upaya penindakan terhadap para pengedar secara agresif untuk menurunkan permintaan serta peredaran narkoba khususnya di Wonosobo.
“Salah satu langkahnya dengan seluruh komponen masyarakat Wonosobo untuk membudayakan dan menguatkan program senja keluarga sebagai salah satu ruang untuk melindungi serta menghindarkan keluarga dan anak dari peredaran serta penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (ali/lis)