KENDAL—Penyediaan layanan internet gratis di tingkat desa atau Desa Online, masih minim. Dari 266 desa yang tersebar di 20 kecamatan, baru ada 20 desa yang mendapatkan fasilitas internet gratis.
“Sejauh ini, Pemkab Kendal baru dapat menyediakan satu kecamatan satu. Sehingga baru ada 20 Desa Online. Sedangkan lainnya belum. Rencananya 2014 ini akan kami tambah 20 desa lagi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendal, Abdul Salam, Kamis (26/6) kemarin.
Padahal, kata Salam, program Desa Online bisa ikut menyukseskan program Kendal Cerdas yang digulirkan Pemkab Kendal. “Semakin banyak internet, asumsinya banyak masyarakat yang mengakses internet. Sehingga banyak informasi yang diserap, maka banyak pengetahuannya,” jelasnya.
Desa Online diharapkan bisa memudahkan masyarakat menangkap informasi dan mengomunikasikannya kepada pemerintah. Sehingga, setiap permasalahan bisa segera disampaikan kepada pemerintah dan bisa segera ditanggulangi atau dicarikan solusi.
Tahun 2014 ini akan ditambah lagi satu desa di setiap kecamatan, sehingga nantinya satu kecamatan ada dua desa yang mendapatkan program Desa Online. Anggaran yang disiapkan untuk program ini sebesar Rp 240 juta.
“Namun demikian, target untuk seluruh desa mendapatkan program ini terganjal dengan rencana Dana Alokasi Desa (DAD). Sebab dengan adanya DAD, Pemkab tidak lagi berwenang mengucurkan bantuan, karena setiap desa sudah menerima kucuran Rp 1 miliar dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Kasubag Perencanaan, Arief Masrukhin menargetkan lima tahun ke depan seluruh desa sudah mendapatkan program Desa Online. “Tapi, pemerintah hanya menyediakan saluran internet. Sedangkan hard where atau perangkat keras disediakan oleh masing-masing desa,” tambahnya. (bud/ida)