MAGELANG— Setelah para pemain mengancam mundur dari PPSM Sakti, kini giliran pelatih M Hasan yang akan melakukan hal serupa. Dia mengaku hampir menyerah memperjuangkan hak-hak pemain.     
“Saya sendiri yang akan mundur, jika akhir Juli nanti masih belum ada kejelasan mengenai masalah gaji pemain. Saya sudah capek hati dengan kondisi ini,” kata M Hasan, kemarin.     
Hingga kemarin, dia mengaku manajemen juga tidak memberikan kabar pasti terkait gaji pemain dan tim pelatih. “Karena saya yang merasa bertanggung jawab kepada pemain dan tidak bisa membantu anak-anak mendapatkan hak mereka,” ujarnya.       
Meski demikian, dia tetap berharap ada niat baik dari manajemen. Awal Juli nanti hak-hak pemain sudah dipenuhi.  Ditanya tentang kondisi pemain, dia mengaku masih akan mengupayakan supaya tidak keluar dari tim. Apalagi, pemain punya ikatan kuat dengan kelompok suporter setianya, Simolodro. “Pemain masih menunggu kabar dari manajemen kapan akan dimulai latihan. Mereka punya ikatan batin kuat dengan suporter,” tuturnya.     
Jika masalah finansial ini bisa terselesaikan pada awal Juli nanti, ia pun akan siap sewaktu-waktu untuk menggelar latihan. Sebab, program yang ia berikan kepada manajemen seharusnya sudah dilakukan sejak seminggu lalu.  
Meski program latihan yang sudah molor, dia tetap yakin bisa meningkatkan performa anak-anak karena selama libur jeda kompetisi ini sudah diinstruksikan untuk menjaga staminanya. Hanya tinggal nantinya pemolesan taktik, strategi dan skill saja.     
Dia juga cukup yakin, timnya nanti bisa mencapai targetnya musim ini yaitu bertahan di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia. Yaitu, dengan menahan imbang Persiku Kudus di kandang mereka pada 8 Agustus nanti atau mengamankan poin penuh saat menjamu Persis Solo pada 23 Agutus mendatang.
“Sebenarnya jika kita bisa menahan imbang Persiku di markas mereka, sudah aman tidak terdegradasi,” ucapnya.     
Sebab, tim kebanggaan warga Kota Magelang tersebut saat ini tidak terlalu buruk perolehan angkanya. Yaitu mengoleksi 14 poin dan berada di posisi ketiga klasemen sementara Divisi Utama grup empat.     
Terpisah, Manajer PPSM, Widarto mengatakan, sikap dari pelatih kepala M Hasan tersebut dirasanya cukup baik dan bijaksana. Menurutnya, arsitek tim tersebut mempunyai komitmen yang sangat tinggi kepada tim. “Kalau pelatihnya bukan Pak Hasan, pasti sudah dulu-dulu mundurnya. Dia sudah merintis tim sejak Desember lalu dan sampai sekarang,” tuturnya.     
Mengenai kejelasan gaji pemain dan pelatih pun manajemen masih belum bisa memberikan kepastian. Bahkan bisa saja akan seperti ini terus dan terancam tidak melanjutkan kompetisi. “Kalau tidak melanjutkan kompetisi kita bisa terkena sanksi oleh Komdis (Komisi Disiplin) sekitar Rp 200 juta. Selain itu kita pun akan terdegradasi ke Liga Nusantara,” ujarnya. (vie/lis)