Gencarkan Operasi Pangan

166

MAGELANG – Mendekati puasa, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag) Kota Magelang gencar melakukan pengawasan sektor pangan. Tujuannya, agar konsumen atau masyarakat tidak dirugikan.
Kepala Diskoperindag Kota Magelang Tony A Prijono mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan berkaitan batas kedaluwarsa makanan kemasan. “Kami memantau harga pasar dan ketersediaan barang pokok yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Tony menjelaskan, pengawasan nanti akan dilaksanakan secara gabungan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Kesbangpolinmas, Humas, Satpol PP, Polri, dan dinas terkait lainnya.
“Sasarannya adalah toko modern, minimarket, kios atau warung, toko oleh-oleh, pasar tradisional dan warung-warung di sekitar fasilitas umum seperti terminal. Hal itu penting, mengingat makanan adalah kebutuhan pokok yang dikonsumsi,” imbuhnya.
Pihaknya akan bekerja secara optimal dan profesional, artinya semua yang ditemukan di lapangan akan ditangani oleh ahli di bidangnya. Misalnya saja soal pangan yang kedaluwarsa diserahkan kepada Dinkes yang lebih paham. “Supaya tidak ada sesuatu yang sumbang, karena ini juga untuk kebaikan masyarakat,” tandasnya.
Namun walaupun rencana sudah cukup matang, pihaknya tak ingin membocorkan kapan pengawasan itu dilaksanakan. “Intinya sudah memasuki bulan puasa, untuk kapannya masih kami rahasiakan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Ekspor dan Impor Diskoperindag Kota Magelang, Ismail menambahkan, saat ini pelaku usaha barang pabrikan banyak yang mengeluh. Penyebabnya, tidak seimbangnya antara ketersediaan barang dengan jumlah permintaan. “Stoknya banyak, namun permintaan atau daya beli masyarakat masih dikatakan kurang,” ujarnya.
Ismail menyebut, harga daging naik dari biasanya. Yang paling mencolok adalah harga daging ayam. “Semula harga daging ayam hanya Rp 24.000/kg, sekarang menjadi Rp 30.000/kg. Sedangkan daging sapi naik Rp 5 ribu dari harga semula Rp 90.000/kg menjadi Rp 95.000/kg,” pungkasnya. (mg4/lis)