Sejumlah Pemain akan Mundur

162

MAGELANG— Sejumlah pemain PPSM Sakti mulai merasa tidak nyaman dengan tidak adanya kejelasan terkait pemenuhan hak-hak mereka. Bahkan ada beberapa yang sudah mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri.
Hal itu diungkapkan oleh pelatih PPSM Sakti, M Hasan, kemarin. ”Beberapa pemain curhat jika mereka sudah merasa tidak nyaman sehingga berencana mundur,” kata pelatih asal Banyuwangi itu, kemarin.
Sejauh ini, kata dia kekecewaan pemain ditunjukkan dengan tidak kembali mengikuti program latihan yang sebenarnya sudah dijadwalkan oleh tim pelatih. ”Ketika saya hubungi mereka juga belum memutuskan kapan kembali ke pemusatan latihan,” jelas dia.           
Namun, Hasan mengaku telah meminta kepada para pemain untuk bertahan terlebih dahulu. ”Tapi tentu saya tidak bisa menahan anak-anak terlalu lama karena mereka juga punya hak untuk memutuskan (mundur),” beber Hasan.
Sejauh ini, Hasan mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait gaji yang akan dibayarkan oleh manajemen. Terakhir dia baru mengetahui jika ada pertemuan antara manajemen dan suporter Simo Lodro. ”Tapi hasilnya seperti apa saya belum tahu,” jelas dia.           
Sebagaimana diketahui, meski secara teknis peforma anak-anak Magelang tampil luar biasa pada tiga laga terakhir dan sementara masih bertengger pada urutan ketiga klasemen kompetisi Divisi Utama 2014 Grup 4, mereka tak juga mendapatkan gaji. Penampilan anak-anak asuhan M Hasan, diperkirakan sulit kembali ke top performa karena kecewa dengan manajemen yang belum bisa memenuhi hak-haknya.
“Pemain sudah kecewa dengan kondisi tim. Sangat sulit untuk mempertahankannya karena secara psikis mereka mengalami masalah,” kata Manajer PPSM Sakti Widarto, kemarin.
Kepastian dimulainya kembali latihan setelah diliburkan beberapa hari, juga belum ditentukan. Sampai saat ini belum diputuskan manajemen karena masih fokus pada perbaikan finansial klub yang tidak sedikit.
“Kami belum berpikir kapan kembali menggelar latihan, masih konsentrasi melakukan pencarian dana. Pemain sudah meninggalkan mes dan kami belum tahu kapan kembali ke Magelang,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa pimpinan suporter PPSM Sakti Magelang, Simo Lodro mendatangi pihak manajemen. Mereka menemui Ketua Harian PPSM Sakti Magelang, Joko Prasetyo, di rumah dinas Wakil Wali Kota Magelang, beberapa hari lalu.
Mereka yang menemui Joko Prasetyo di antaranya dua Presiden Simo Lodro, Nur Sulistiawan dan Rully Ardianan, didampingi Acus, Joni, Wulan, Atdri serta pendiri Simo Lodro, Samsuri. Suporter berupaya supaya ada gerakan penyelamatan PPSM agar tetap bisa menyelesaikan kompetisi Divisi Utama Grup IV.
”Kita ingin segera ada tindakan jelas untuk penyelamatan tim agar tetap bisa bertanding menyelesaikan empat pertandingan sisa. Yakni tiga tandang dan satu kandang. Agar tidak terdegradasi dan main tarkam (antarkampung) lagi,” kata Rully.
Ketua Harian PPSM Sakti Joko Prasetyo pun belum bisa memberikan keputusan. Karena dirinya mengaku tidak pernah diajak rembugan oleh pihak manajemen musim ini.           
”Saya sadar, persoalan dua kompetisi yang berputar pada musim lalu antara LPIS dan LI (2012-2013) masih berdampak. Sehingga ketika ada pembentukan tim, kemudian saya tidak diajak bicara saya pilih diam. Bahkan saya tahu kalau manajemen musim ini sudah terbentuk beberapa jam sebelum pertandingan pertama di kandang,” kata dia.
Namun dia juga masih berupaya mengajak semua stakeholder berkumpul. ”Yang terpenting, saat ini kita duduk bersama dan mencari jalan keluar bagi keberlanjutan PPSM,” tandasnya. (vie/lis)