RSI Bangun 59 Ruang Inap Pasien

550

KENDAL—Guna mengantisipasi membludaknya pasien, Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri melakukan pembangunan ruang rawat inap. Rencananya penambahan gedung rawat inap tersebut terdiri dari 59 tempa tidur pasien untuk kelas I dan III.
“Pembangunan sudah mulai dilakukan. Jadi dengan adanya tambahan gedung ini, RSI bisa meminimalisasi banyaknya pasien yang mengeluh, karena ruang pasien yang selalu penuh setiap minggunya,” ujar Direktur RSI Kendal Drg Edi Sumarwanto, Rabu (25/6) kemarin.
Sejauh ini, RSI Kendal telah menyediakan 124 kamar pasien terdiri atas kelas VIP 14 ruang, kelas I 16 ruang, kelas IIA  16 ruang, kelas IIB 22 ruang dan sisanya kelas III. “Dengan ruang yang selalu kurang, kami terpaksa merujuknya ke RS lain,” jelasnya.
RSI Weleri, diakuinya sudah dapat melayani ruang rawat inap untuk pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Yakni PPK 2 BPJS untuk peserta penerima bantuan iuran.
Dengan adanya pelayanan BPJS, diakuinya, banyak masyarakat yang berobat di RSI. Sehingga ruang rawat inap semakin penuh. Bahkan tak sedikit pasien yang harus mengantre untuk mendapatkan ruang.
“Dibangunnya gedung baru rawat inap dan penambahan poliklinik, kami harap dapat mengatasi kekurangan tempat tidur pasien di RSI Weleri. Untuk tenaga medis dan fasilitasnya, menyesuaikan dengan ruang yang ada,” tandasnya.
Selain pembangunan ruang rawat inap, rencananya RSI juga akan membangun tower tujuh lantai dengan jumlah ruang perawatan lebih banyak. Tapi pembangunan tower masih menunggu konsultan dan kajian lebih lanjut untuk mewujudkannya.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Syafiq A Mughni mengatakan, pembangunan ruang tambahan di RSI Weleri menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan tempat berobat sangat tinggi. “Sekaligus ini bukti konsistensi organisasi Muhammadiyah untuk melayani kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sejauh ini, Muhammadiyah telah membangun 500 lebih RS di seluruh Indonesia. “Sedangkan di Jateng sendiri ada sekitar 76 RS baik kecil maupun besar. Semakin banyak RS, maka jaminan kesehatan masyarakat semakin tinggi. Sebab masyarakat semakin mudah untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tambahnya. (bud/ida)