Kekhasan Produk Indonesia Prospektif

249

SEMARANG – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang dinilai akan menguntungkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hanya saja kesiapan para pelaku serta serta dukungan pemerintah harus lebih dikuatkan.
“Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini memberikan peluang bagi pengusaha-pengusaha di Indonesia. Karena kualitas produk dalam negeri ini sangat bagus,” ujar Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat, di sela acara Forum Ekonomi dan Bisnis Jawa Tengah ‘Kesiapan UMKM Jawa Tengah Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, kemarin (25/6) di Semarang.
Menurutnya, Indonesia memiliki bahan baku serta produk-produk khas yang sudah dikembangkan dan tak dimiliki oleh negara lain. Di antaranya produk-produk kerajinan yang unik, kemudian jamu, rempah-rempah dan lain-lain. “Kita punya itu semua, Investasi kita menang. Tanaman jamu, buah-buahan kita menang, usaha kreatif, garmen kita menang,”ujarnya.
Kendati demikian hal ini juga harus diimbangn dengan sinergi berbagai pihak. Salah satunya ia berharap pemerintah dapat membangun sentra – sentra UMKM, sebagai upaya mendorong akses pasar bagi usaha kecil dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang. “Kita perlu memberikan akses untuk berjualan bagi usaha kecil. Kalau tempat berjualan mereka memadai, misalnya dibangun pasar seni atau pasar lainnya yang layak, maka usaha kecil tidak akan kalah bersaing,” ungkapnya.
Kepala Kantor Bank Indonesia Wlayah V Jateng-DIY, Sutikno mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang melambat pada tahun 2014 ini merupakan salah satu kendala penyiapan UMKM menghadapi MEA 2015. Pada triwulan pertama tahun 2014, ekonomi jawa tengah tumbuh sebesar 5,4 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2013 lalu yang sebesar 5,6 persen. “Tantangan UMKM kita adalah bertumbuh di tengah melambatnya perekonomian Jawa Tengah. Triwulan pertama 2014 ini 5,4 persen sementara tahun lalu 5,6 persen,” ungkapnya. (dna/smu)