DEMAK-Sebanyak 45 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 5 desa di wilayah Kecamatan Demak Kota, kemarin resmi dilantik. Mereka berasal dari Desa Cabean, Sedo, Kedondong, Kalikondang dan Desa Bango. Setelah dilantik itu, mereka diingatkan jangan sampai masuk penjara gara-gara menjabat sebagai BPD.
Demikian disampaikan Camat Demak Kota, Faturrahman, kemarin. Menurutnya, BPD adalah mitra atau patner kepala desa dalam mengelola pemerintahan di desa.
“Karena itu, segala sesuatunya termasuk kegiatan yang dijalankan harus bisa dipertanggungjawabkan. Ini karena menggunakan dana operasional dari ABPDes masing-masing,” katanya.
BPD, kata dia, memperoleh 10 persen dana operasional dari hasil lelang bondo deso sebesar Rp 10 juta pertahun. “Kami juga ingatkan, bahwa anggota BPD dilarang menjadi pelaksana proyek di desa,” ujar dia.
Selain hati-hati dalam bertugas, BPD juga dilarang rangkap jabatan. Khususnya, menjadi anggota partai politik, DPRD atau jabatan lain yang telah diatur dalam perundangan yang berlaku.  
Camat Faturahman menambahkan, hingga kini masih tersisa 8 desa yang belum membentuk BPD. “Masih proses,”ungkap Camat Faturahman. (hib/ida)