Menangis Dengar Jeritan Peserta Lain

95

TUGU – Jerit tangis dan teriakan anak-anak yang ketakutan terdengar dari aula RSUD dr Adhyatma Tugurejo, Selasa (24/6). Apalagi ketika mereka diajak naik ke meja operasi untuk dikhitan. Tak jarang terlihat anak berlari karena ketakutan dan meronta-ronta meminta untuk urung dikhitan.
Andika Pratama contohnya. Bocah berumur 9 tahun ini menangis ketakutan ketika mendengar peserta lain berteriak saat melihat peralatan khitan di meja operasi. ”Aku emoh, aku wedi (saya tidak mau, saya takut, Red,” teriaknya saat memasuki ruangan Aula. Setelah ditenangkan, akhirnya ia mau masuk dan menjalani operasi khitan.
Humas RSUD dr Adhyatma Endang Dwiningsih mengatakan, acara khitanan masal ini digelar untuk mengisi liburan sekolah. Kriteria peserta khitan menyasar kepada masyarakat tidak mampu di sekitar Kota Semarang. Target awal peserta adalah 75 orang, tapi karena banyak yang berminat maka peserta membengkak menjadi 166 anak. ”Sebelumnya kami siapkan 3 orang dokter dengan 10 perawat. Karena membeludaknya peserta, kami tambah perawat 8 orang lagi,” ungkapnya.
Di sela-sela kegiatan, juga diadakan  seminar tentang perawatan pascakhitan di rumah yang ditujukan pada orang tua peserta khitan masal. Orang tua memiliki bekal untuk merawat dan mengawasi anak-anak setelah selesai dilakukan khitan. Informasi ini untuk menjawab mitos keliru tentang khitan yang selama ini ada di masyarakat. (den/ton/ce1)