Kota Semarang Juara Umum

307

SEMARANG – Kontingen Kota Semarang akhirnya berhasil memenuhi ambisi mereka untuk meraih gelar juara umum Kejurprov Jateng 2014 yang telah digelar di Kabupaten Brebes 15 Juni 2014 kemarin.
Total, kontingen Semarang berhasil menyabet 11 emas, 8 perak dan 11 perunggu. 11 emas Kota Semarang disumbangkan oleh Sahanti (2), Evi (2), Zahra (1), Ruth (1), AJ Karim (1), Hakim (1) dan juga Deny (1). “Meskipun secara jumlah medali kita menurun, namun pastinya ini suatu kebanggaan anak-anak bisa kembali mempertahankan prestasi juara umum di Kejurprov,” kata Wakil Ketua Umum Percasi, Syahrul Qirom dihubungi kemarin.
Raihan gelar juara umum Kota Semarang di ajang Kejurprov kali ini merupakan raihan gelar keempat mereka. Sebelumnya tiga gelar juara umum juga mereka sabet di ajang Kejurprov Semarang 2011, Kejurprov Solo 2012 dan Kejurprov Purwokerto 2013. “Di kejurprov 2013 total kita berhasil meraih 13 emas. Ya paling tidak hasil di Kejurprov Brebes kemarin bisa menambah semangat kita untuk terus meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” sambung Syahrul.
Ajang Kejurprov 2014 di Brebes kemarin memang ajang pertama yang dibidik oleh kepengurusan baru Pengkot Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Semarang periode 2013-2017 dibawah pimpinan Syafi’i.
Tak terkecuali menurut Syahrul, Percasi Kota Semarang juga terus berupaya menggeber pembinaan agar ke depan Percasi Semarang bisa terus menyuplai atlet-atlet potensial di kancah Provinsi maupun Nasional. “Sejak 2011 atlet kita selalu menjadi langganan medali di Kejurnas. Terakhir atlet asal Semarang Evi Yuliana juga akan berangkat ke Peru untuk mengikuti kejuaraan. Dan nantinya kita memang akan fokus ke atlet-atlet yunior, untuk yang sudah senior kita arahkan untuk menjadi pelatih,” lanjutnya.
Selain pembinaan, kepengurusan Percasi Semarang periode sekarang juga berkeinginan untuk mengembangkan fasilitas catur yang dimiliki Kota Semarang. “Mimpi kita nantinya juga ingin memiliki rumah catur yang dilengkapi dengan software maupun buku-buku untuk pengembangan atlet. Dan saya kira di kepengursan ini kesempatan untuk menggandeng pihak-pihak terkait bisa lebih besar,” terang Syahrul. (bas/ric)