WONOSOBO – Perkembangan teknologi seolah menggeser jenis permainan tradisional. Untuk memperkenalkan kembali berbagai jenis permainan tradisional kepada anak-anak, kemarin (24/6) warga Kecamatan Sukoharjo menggelar lomba dolanan tradisional yang dikompetisikan perwakilan antardesa.
Lomba dolanan tradisional berlangsung siang dipusatkan di lapangan Kecamatan Sukoharjo. Jenis permainan yang dilombakan meliputi balapan naik egrang, balapan karung, tarik tambang dan gapyak kelompok.  Peserta lomba perwakilan dari tiap desa. Selain lomba dolanan tradisional, dalam acara itu juga digelar pertunjukan seni budaya dan pameran potensi UMKM.
Menurut panitia penyelenggara Hermawan Animoro, lomba permainan tradisional sengaja digelar melibatkan orang-orang dewasa. Langkah ini untuk mengenalkan kembali jenis permainan tradisional kepada anak-anak.
“Para peserta datang tidak sendiri, mereka mengajak anak-anaknya sehingga anak-anak tahu jenis permainan tradisional,”katanya.
Hermawan menyebutkan, perlombaan tersebut juga dibarengkan dengan acara kirab panji yang kemarin sudah mulai masuk ke Kecamatan Sukoharjo. Untuk jenis permainan yang dilombakan ada yang tunggal dan berkelompok. Untuk jenis tunggal seperti balapan egrang dan balapan karung. Sedangkan yang berkelompok meliputi tarik tambang dan balapan gapyak.
“Dengan adanya lomba, para orang tua juga berlatih. Nah dalam proses latihan tersebut bisa mengenalkan kepada anak-anaknya,” ujarnya.
Camat Sukoharjo Mulyono menyebutkan, permainan tradisional belakangan mulai langka dilakukan oleh anak-anak. Karena berkembangnya teknologi, anak-anak lebih menyukai permainan seperti game dan play station. Untuk mempertahankan jenis permainan tradisional, tiap tahun acara serupa akan digelar.
“Tahun ini memang masih orang dewasa, tahun depan kami akan lombakan juga dolanan tradisional dengan peserta anak-anak,” imbuhnya.
Ditambahkan, jenis permainan tradisional sebenarnya memiliki nilai dalam penanaman terhadap diri anak. Misalnya saja untuk permainan balapan gapyak yang pesertanya minimal 4 orang, bisa menekankan kerja sama dan saling percaya terhadap satu tim.
“Selain itu, jenis permainan tradisional menekankan kepada motorik. Sehingga memperkuat otot-otot perkembangan anak,” paparnya. (ali/lis)