Kemampuan SAR Relawan Diasah

109

NGALIYAN — Di balik kekayaan alam yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DI Joggakarta ternyata tersimpan potensi bencana. Mulai dari erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir hingga tanah longsor. Selain tingginya potensi bencana, wilayah ini juga rawan musibah penerbangan dan pelayaran. Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang harus siap mengerahkan personel untuk operasi SAR ketika terjadi bencana.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Semarang Waluyo Raharjo mengakui, dalam setiap operasi SAR, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan bersama-sama tim SAR gabungan yang terdiri atas banyak unsur termasuk relawan.
Pada dasarnya, kata Waluyo, potensi dan relawan SAR itu berangkat dari niat tulus kemanusiaan. Mereka siap dan ikhlas membantu tugas Basarnas. Yang menjadi persoalan, tidak semua relawan mempunyai kemampuan pencarian dan pertolongan. ”Untuk itu, kami berusaha untuk membekali keterampilan pencarian dan pertolongan kepada mereka dengan berbagai latihan SAR,” kata Waluyo.
Dengan latihan-latihan itu maka peran serta potensi SAR yang ada dapat dioptimalkan. ”Misalnya saja saat terjadi banjir, potensi SAR ini akan dengan sendirinya datang ke lokasi banjir. Jika mereka sudah mempunyai skill maka keberadaannya tentu akan sangat membantu dan meringankan kerja kami,” paparnya.
Personel Kantor SAR Semarang saat ini berjumlah145 orang, tersebar di Pos SAR Cilacap, Jogjakarta, Surakarta, Jepara dan Semarang. Jumlah itu diakui sangat kurang dibandingkan dengan luas wilayah, potensi bencana dan jumlah penduduk yang ada di dua provinsi dan 45 kabupaten/kota. Dengan keterbatasan personel yang ada, solusinya adalah dengan memberdayakan potensi SAR yang sudah ada, yaitu dengan membekali keterampilan. (ris/jpnn/ton/ce1)