Dilarang Tarik Dana SPI

127

KENDAL—Dinas Pendidikan Kendal melarang sekolah-sekolah menarik dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) pada penerimaan peserta didik tahun ajaran baru 2014 ini. Hal itu menyusul pendaftaran siswa yang sudah dimulai sejak Senin (23/6) lalu.
“Sekolah tidak boleh menarik SPI, kecuali sumbangan sukarela yang diperbolehkan. Itupun bukan sekolah yang mengeluarkan, melainkan komite sekolah. Jika sekolah mengeluarkan surat sumbangan kepada orang tua, maka itu sudah melanggar ketentuan,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kendal, Joko Supratikno, kemarin.
Pun tidak boleh, lanjut Joko, sumbangan dari orang tua siswa melalui komite sekolah ditentukan besaran dan waktunya. “Jika ada sekolah yang memungut sumbangan dengan ketentuan jumlah dan waktu, maka segera laporkan kepada Disdik dan langsung akan kami tindak lanjuti untuk diberikan sanksi,” tandasnya.
Selain rawan SPI, juga rawan sekolah untuk menarik dana dengan modus uang seragam sekolah. Joko menegaskan bahwa sekolah tidak boleh mewajibkan pembelian seragam kepada siswa.
“Sekolah boleh mengadakan pakaian seragam melalui koperasi, tapi tidak boleh mewajibkan siswanya untuk membeli. Apalagi jika harganya sampai berlebihan, dipatok dengan harga tinggi,” tambahnya.
Joko mengatakan bahwa pembelian seragam sudah sepenuhnya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Sebab, di sekolah memiliki manajemen berbasis sekolah (MBS). “Dinas Pendidikan tidak ikut mengurusi seragam sekolah. Hal itu diserahkan sekolah masing-masing. Hanya saja, pembelian seragam tidak wajib dan tidak harus di sekolah setempat. Boleh beli di lain tempat,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, memberikan kebebasan untuk memilih tempat membeli seragam tersebut sebagai antisipasi bila sekolah setempat mematok harga terlalu tinggi. Sebab, tidak ada aturan yang menegaskan terkait harga maksimal seragam bagi sekolah-sekolah. “Memang tidak ada aturan harga maksimal, sehingga dipersilakan jika siswa baru membeli seragam di luar sekolah yang dirasa lebih murah,” lanjutnya.
Dia menambahkan, 100 persen peserta ujian sekolah tingkat SD dinyatakan lulus. Jumlah Peserta UN SD tahun ini ada 16.266 terdiri dari SD 14.157 dan MI 2.109 siswa. Untuk selanjutnya, pendaftaran sekolah negeri maupun swasta akan dilaksanakan secara serempak pada 23-27 Juni 2014. Hanya saja, untuk swasta mendapat toleransi tambahan waktu satu hari yakni smpai 28 Juni. “Untuk SMP berakhir sampai tanggal 2 Juli, dikarenakan tenggang waktu pengumuman kelulusan selisih satu minggu dengan SMA,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono memastikan penerimaan siswa baru diserahkan kepada panitia di masing-masing sekolah. Namun, pihaknya memastikan tidak ada penarikan biaya pendaftaran sekolah negeri serta tidak ada surat sakti mengatasnamakan Dinas Pendidikan.(bud/ida)