Belajar Ekonomi di Ponpes

163

MENIMBA ilmu di pondok pesantren ternyata tak membuat Nuresa Setiana Ayudyah, 20 jauh dari ilmu pengetahuan. Di pondok dia justru belajar dan mulai mencintai  ekonomi syariah.
Eca, sapaan akrabnya, menilai bahwa ekonomi syariah memiliki sejumlah kelebihan dibanding ekonomi liberal maupun sosialis. Ia yakin suatu saat ekonomi syariah akan makin berkembang dan bisa menggantikan kapitalisme.
“Ekonomi syariah punya norma-norma dan etika. Ini menjadi kelebihan dibanding ekonomi liberal. Saya percaya model ekonomi ini bisa diterapkan di Indonesia,” kata Eca.     
Gadis cantik ini mulai terpesona ekonomi syariah saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Ikhlas Kuningan Jawa Barat. Selama enam tahun, Eca tidak hanya belajar pengetahuan agama dan pengetahuan umum.
Dia juga mulai berkenalan dengan ekonomi syariah yang diajarkan di pesantren. Hal ini yang membuat gadis Sunda ini terinspirasi untuk mempelajari lebih dalam ekonomi Islam.       
Setelah merantau ke Magelang, Eca mengambil kuliah di UMM jurusan Ekonomi Syariah. “Saya mengambil jurusan ini karena terinspirasi sewaktu di pesantren,” kata dia.     
Dia memeroleh indeks prestasi komulatif (IPK) 3,5 dari skala tertinggi 4. Suatu saat, dia berharap bisa menjadi seorang enterpreneur yang berbasiskan ajaran Islam. (vie/lis)