Banjir Rob, Ratusan Rumah Ditinggikan

121

PEKALONGAN-Air laut pasang atau rob, kembali menerjang enam kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat, Kota Pekalongan, Selasa (24/6) sore kemarin. Ini merupakan rob yang yang paling parah selama setahun terakhir, ketinggian air mencapai 40–50 sentimeter, hingga masuk ke rumah permukiman warga.
Ratusan warga terpaksa meninggikan teras rumah dan membangun tanggul di halaman, agar air rob tidak masuk dan menggenangi seisi rumah. Rob yang datang setiap sore hingga tengah malam, dengan ketinggian hingga 40 sentimeter, sangat mengganggu aktivitas warga.
Adapun enam kelurahan yang diterjang banjir air rob, meliputi Kelurahan Bandengan, Kandang Panjang, Panjang Wetan, Kelurahan Pabean, dan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, serta Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Slamet, 32, warga Kelurahan Panjang Baru RT 06 RW 04, Kecamatan Pekalongan Utara, mengungkapkan bahwa datangnya air rob kian hari kian deras. Bahkan ketinggian yang semula hanya 20 sentimeter dan langsung surut. Kini ketinggian air mencapai 40 sentimeter, dan hingga esok hari air tersebut tidak juga surut.
”Saya terpaksa meninggikan lagi teras rumah. Ini yang lakukan dalam satu tahun terakhir,” ungkap Slamet.
Slamet juga mengatakan, air rob yang semula hanya masuk pada Jalan Raya Panjang Baru, sebulan terakhir sudah masuk ke permukiman warga. Dan untuk menghindari banjir, hampir semua warga meninggikan teras rumahnya, hingga 40 sentimeter lebih.
Menurutnya, hal itu dilakukan, karena saluran yang ada di Kelurahan Panjang Baru sudah tidak berfungsi. ”Air sudah tidak masuk atau mengalir lagi di saluran, sejak ada pembangunan perumahan di sebelah kelurahan,” lanjut Slamet.
Pembangunan peninggian teras rumah, juga terjadi di Kelurahan Pasir Sari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Khambali, 35, warga RT 09 RW 03, Kelurahan Pasirsari, Kecanmatan Pekalongan Barat, terpaksa meninggikan teras rumahnya, hingga 40 sentimeter agar air tidak masuk. Menurutnya, air mulai masuk ke permukiman warga, sejak adanya peninggian jalan raya, sehingga saluran yang ada terbenam oleh air rob. ”Saluran air bukan tidak berfungsi, tapi terbenam air rob, karena adanya peninggian jalan raya sebulan yang lalu,” kata Khambali. (thd/ida)