DEMAK-Sebanyak 400 ribu calon jamaah haji (calhaj) asal Provinsi Jateng kini telah masuk daftar tunggu (waiting list). Mereka baru bisa diberangkatkan hingga 14 tahun kemudian atau 2028 mendatang.
Kabid Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Noor Badi mengungkapkan, daftar antrean calhaj diakui sangat panjang. Karena itu, para calhaj yang baru mendaftarkan diri agar lebih bersabar menunggu antrean tersebut. “Sebab, daftar tunggunya sangat banyak,” terang Noor Badi di sela mengisi manasik haji di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Demak, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin.
Menurutnya, pada 2014 ini, pihak Kemenag Jateng akan memberangkatkan sebanyak 23.717 jamaah, termasuk 4.200 calhaj yang pada 2013 tertunda hajinya. Mereka yang diberangkatkan adalah bagi yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPHI). Nilai BPIH sekarang mencapai 3.231,9 USD atau sekitar Rp 38 juta. Biaya itu digunakan untuk tiket pesawat, sebagian untuk membayar pemondokan di Makkah dan living cost atau biaya hidup selama berhaji. Jumlah calhaj terbanyak adalah Kota Semarang yang mencapai sekitar 1.700 orang. Kemudian disusul Jepara dan Demak. Untuk Demak ada 1.024 termasuk petugas Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD). “Selisih antara Jepara dan Demak sedikit saja,” katanya.
Menurutnya, pihak Kemenag Jateng tidak akan terpengaruh dengan kasus dugaan korupsi yang membelit Kemenag Pusat. “Kami fokus untuk persiapan haji saja,” ujarnya. (hib/ida)