Tujuh Palsukan Data

138

122 PNS K2 Bermasalah

KENDAL—Sebanyak 122 dari 556 Pegawai Negeri Sipil (PNS) kategori 2 (K2), berkasnya dalam penerimaan CPNS K2 2014 bermasalah. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya dinyatakan tidak memenuhi kelengkapan berkas setelah dilakukan pemeriksaan.
Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kendal, Agus Sumaryono dalam temu media, Senin (23/6) kemarin. Tujuh PNS K2 yang bermasalah tersebut, dipastikan tidak akan mendapatkan Nomor Induk Pegawai dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Dari Inspektorat ada temuan 122 CPNS. Setelah ditindaklanjuti dengan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat, Bagian Hukum dan Staf Ahli Pemkab Kendal, ada tujuh yang tidak dapat melengkapi berkas dan lainnya bisa melengkapi,” ujarnya.
Agus mengatakan bahwa secara administratif tujuh CPNS K2, awalnya memang lolos dalam tes seleksi. Namun, dalam pemeriksaan berkas, ditemukan pemalsuan surat tugas dari dinas terkait, terutama ijazah serta masa tugas atau masa pengabdian kerja.
Dijelaskannya, tes CPNS K2 yang dilaksanakan 2013 lalu itu diikuti oleh 1567 peserta yang diterima sebanyak 546 orang. “Ada semacam rekayasa di dalam administrasi kelengkapan berkas,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak akan mencoret PNS K2 yang bermasalah tersebut. Sebab, yang berhak menentukan adalah BKN. Dan berkas PNS K2 yang lolos tes tetap akan dikirim ke BKN untuk diterbitkan nomor induk pegawai.
“Yang jelas, 539 berkas dikirim dengan tanda tangan bupati. Sementara 7 berkas tetap kami kirim, namun tidak disertai tanda tangan bupati. Keputusan apakah nantinya akan diterbitkan NIP atau tidak, semua kami serahkan ke BKN,” paparnya.
Agus juga meminta kepada masyarakat maupun PNS K2 yang telah lolos tersebut untuk mewaspadai oknum yang menawarkan jasa CPNS. Yakni oknum yang menjanjikan bisa meloloskan dalam CPNS.
“Sebab perekrutan CPNS melalui tes, dilakukan secara terbuka. Kalau ada yang menawari bisa jadi PNS tanpa tes, itu sudah jelas penipuan. Bahkan, bagi yang sudah lolos tes harus berhati-hati, karena ada yang mengaku jadi pahlawan kesiangan dengan meminta imbalan. Oknum tersebut mengaku-aku sebagai orang yang meloloskan,” tandasnya.
Dijelaskan Agus, tahun 2014 ini akan ada penerimaan CPNS dari kategori umum dan kategori Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sejumlah 100 ribu. “Untuk tahun 2014, se-Indonesia akan direkrut 110 ribu PNS masing-masing 60 ribu dari kategori umum dan 40 ribu untuk kategori P3K,” imbuh Agus.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kendal, Djembar Rusmanto menambahkan bahwa tes CPNS 2014 nantinya akan menggunakan sistem komputerisasi. Upaya tersebut guna menghindari kecurangan dalam penerimaan CPNS.
“Dengan sistem ini, peserta dan panitia bisa langsung mengetahui nilai, usai mengerjakan soal ujian. Kemungkinan besar tidak ada kecurangan. Jadi tes akan lebih terbuka dan tidak perlu lagi masyarakat percaya pada oknum yang dapat meloloskan dalam tes CPNS,” katanya. (bud/ida)