Jateng Juara Umum Kejurnas Antar-PPLP 2014

SEMARANG – Kontingen Jateng sukses meraih gelar juara umum Kejurnas Pencak Silat Antar-PPLP 2014 yang digelar di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (22/6). Meloloskan tujuh pesilat di babak final dari 18 nomor yang dipertandingkan, empat pesilat di antaranya berhasil meraih medali emas kemudian tiga medali perak dan tiga medali perunggu.
Medali emas pertama Jateng disabet di kelas C Putri melalui Alih Yutika Nanda yang di final kemarin mengalahkan Rohmani Aulia (SMANOR Jatim) dengan nilai 5-0. Kemudian di kelas D Putri, Nadia Haq Umami Nur Cahyani menyusul dengan mengalahkan Dinda Nuraida (SKOI Kaltim) dengan nilas 5-0.
Emas ketiga Jateng diraih di kelas paling bergengsi yaitu A Putri yang disumbangkan oleh Desi Indah Ilmawati yang mengalahkan Misty Malelak (NTT) di final dengan nilai 1-4. Kemudian emas terakhir Jateng diraih di kelas C Putra setelah Muhammad Abdul Aziz Rifa’i berhasil menumbangkan pesilat Kaltim, Rizky Primadana dengan nilai 4-1.
Kabid Keolahragaan Dinpora Jateng, Effendi Hari Marsudi ditemui kemarin mengatakan, sebenarnya Jateng mengincar lima medali emas di ajang tersebut. Namun pesilat di kelas B Putri, Sri Rahayu yang digadang-gadang bisa menyabet emas harus tumbang atas pesilat Kepri, Fitri Suryani dengan nilai 1-4 di final kemarin. “Target kita sebenarnya memang lima emas, tapi sayang Sri harus puas meraih perak. Tapi tidak masalah secara keseluruhan atlet-atlet kita tampil bagus dan maksimal sepanjang event,” terang Effendi kemarin.
Sementara di peringkat kedua klasemen perolehan medali terakhir event yang diikuti oleh 27 Provinsi dan 34 kontingen itu diraih oleh kontingen Jabar. Total Jabar mampu menyabet tiga emas melalui Paksi Dwi Rinanda (kelas H Putra), Aji Suheri (kelas A Putra) dan Megianti (kelas H Putri).
Lebih lanjut Effendi kemarin mengatakan, pesilat-pesilat PPLP Jateng yang turun di Kejurnas kali ini nantinya juga bakal dipersiapkan untuk turun di ajang yang tak kalah bergengsi yaitu Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) 2014 yang akan digelar di Bali. “Target kita di Popwil bisa meloloskan semua cabor. Dan untuk pencak silat ada 19 nomor yang kita ikuti, namun memang untuk nomor ganda dan beregu kita masih berat karena persaingannya lebih ketat,” pungkasnya. (bas/smu)