Kejar Pencuri, Dikeroyok Massa

165

BARUSARI – Sudah jatuh, masih tertimpa tangga. Itulah kira-kira yang dialami Ngadiyono, 48, warga Penggaron, Pedurungan. Ia sudah kehilangan sepeda motor, masih ditambah babak belur dihajar warga.
Pemicunya, ia menabrak seorang pejalan kaki ketika hendak mengejar sang pencuri. Sang pencuri lepas, ia malah babak belur. Ngadiyono terpaksa harus menginap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Semarang, akibat luka yang dialaminya.
Informasi yang berhasil dihimpun menjelaskan, kejadian bermula ketika Ngadiyono sedang sibuk di ruang dapur, Senin (23/6) sekitar pukul 07.30. Pemilik diler motor bekas ini kaget mendengar suara mesin motor menyala. Ngadiyono bergegas lari dan melihat lelaki asing membawa motor Honda Vario bernopol H 6809 EC miliknya. ”Melihat itu, bapak langsung mengejar pelaku pencurian dengan menggunakan motor lain,” kata anak Ngadiyono, Seneng, 27.
Saking paniknya, Ngadiyono kurang begitu berhati-hati ketika ada orang melintas. Sekitar 100 meter dari lokasi pencurian, ia menabrak seorang pejalan yang berada di tengah jalan. Karuan saja, orang yang ditabrak langsung terjatuh. ”Buru-buru ngejar pelaku. Jadi begitu ada orang tertabrak, tidak disengaja,” imbuhnya.
Nahas, saat menabrak Ngadiyono ikut terjatuh. Tidak jauh dari lokasi, ada sejumlah warga yang melihat. Karuan saja, warga yang emosi langsung meluapkan kemarahan kepada Ngadiyono. ”Parahnya, ada sebagian warga masih tetangga dan kenal dengan bapak. Tapi tidak tahu justru ikut memukul,” tambah Seneng.
Beruntung, aksi main hakim sendiri itu berhasil diredam. Meski begitu, Ngadiyono sudah mengalami sejumlah luka terutama di bagian muka dan tubuh akibat dipukul ramai-ramai. Kejadian itu membuat Ngadiyono harus dilarikan ke rumah sakit.
Tidak terima dengan perlakuan yang diterima Ngadiyono, akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus itu ke Polrestabes Semarang. Ia melaporkan kasus pencurian serta penganiayaan yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif di RS. ”Sudah ditangani reskrim, korban melaporkan dua kasus. Yakni pencurian dan penganiayaan,” kata petugas Polrestabes Semarang. (fth/ton/ce1)