BARUSARI – Pelaku perampasan dengan pelaku bersenjata tajam yang kerap beraksi di Kota Semarang, sepertinya tidak pernah berhenti. Mereka selalu memanfaatkan kegelapan malam untuk melancarkan aksi kejahatannya tersebut.
Seperti dialami Esnaen Lukman Mukti, 17, warga Jalan Wiroto V No 17, Kelurahan Krobokan Semarang Barat. Sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol H 2447 LY miliknya dirampas 7 pemuda bersajam ketika melintas di Jalan Siliwangi, persisnya dekat ATM Mandiri, Semarang.
Para pelaku diketahui mengendarai sejumlah sepeda motor. Mereka melengkapi diri dengan senjata tajam. Lukman sempat ditendang hingga terjatuh sebelum akhirnya ditodong sajam. Tidak hanya kehilangan motor, pelajar ini juga mengalami luka lecet akibat terjatuh dari motor.
Insiden perampasan motor ini terjadi Senin (23/6) sekitar pukul 02.30. Kejadian bermula ketika Lukman bersama dengan rekannya Septiawan Bima, usai menikmati keindahan malam Semarang.
Setelah puas dan hari mulai menjelang pagi, keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah. Dengan mengendarai motor, dua pelajar ini melaju menembus kegelapan malam dari arah Tugu Muda ke rumahnya. ”Kondisi jalanan sudah mulai sepi, hanya beberapa orang melintas,” aku Lukman.
Sampai di lokasi, tiba-tiba korban dipepet beberapa pemuda dengan mengendarai Yamaha Mio dan Suzuki Satria FU. Saat dekat, seorang pemuda langsung menendang motor Lukman. Karuan saja, sepeda motor oleng dan keduanya terjatuh. ”Saya juga dipukul pakai kayu balok. Tiba-tiba mereka menendang, saya pikir pengendara motor biasa,” imbuhnya.
Belum sempat berdiri dari jatuh, dengan cepat pelaku lain mendatangi Lukman dan Bima. Pelaku mengeluarkan pedang dan mengancam akan membacok jika mereka melawan. Mendapat ancaman itu, dua remaja ini ciut nyalinya. Mereka tidak bisa berkutik dan memilih untuk diam. ”Sudah takut, pemuda itu ada yang membawa sajam sejenis (pedang) samurai. Mereka ada sekitar tujuh orang, dan terus mengancam,” tambahnya.
Memanfaatkan ketakutan korbannya, pelaku lantas merampas motor yang dibawa Lukman. Dengan cepat pelaku pun kabur dengan membawa motor dan barang berharga. Setelah pelaku jauh, kedua korban baru berani berteriak minta tolong. ”Tidak bisa berbuat banyak lantaran kondisi jalanan yang cukup sepi,” tambahnya.
Dengan ditemani keluarga, Lukman akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi. Kasus perampasan motor ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polrestabes Semarang. ”Kami akan menindak tegas pelaku bersajam yang sudah meresahkan masyarakat Kota Atlas,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Wika menambahkan, selama ini tidak tinggal diam menyikapi aksi perampas bersajam yang kerap beraksi. Ia mengaku sudah menindak tegas, meski diakui masih tetap saja pelaku beroperasi. Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan berhati-hati, terutama ketika keluar malam. ”Tingkatkan kewaspadaan, usahanya tidak sendiri dan hindari jalanan gelap,” tambahnya. (fth/ton/ce1)