Raeni, Putri Tukang Becak Jadi Duta Sekolah Kendal

Setelah diundang secara khusus oleh Presiden RI  Susilo Bambang Yudhono, putri tukang becak, Raeni, yang menjadi lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK tertinggi 3,96 juga mendapatkan penghargaan khusus dari Bupati Kendal.

BUDI SETYAWAN, Kendal

PAGI kemarin (23/6), Mugiyono kembali mengayuh becaknya. Namun kali ini ia tak mengantar penumpang. Tapi, membawa putrinya, Raeni, menuju kantor Bupati Kendal yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Kedatangannya ke Kantor Bupati atas undangan khusus Bupati Kendal Widya Kandi Susanti. Hari itu, Bupati Widya memang akan memberikan penghargaan secara pribadi berupa sejumlah uang untuk membantu Raeni melanjutkan kuliah S2 di London, Inggris.
Saat berkunjung ke kantor bupati kemarin, Mugiyono mengenakan batik warna kuning dipadu dengan celana panjang warna hitam. Tak ketinggalan memakai kopiah warna cokelat. Sedangkan putrinya mengenakan baju ungu dipadu jilbab pink dan rok panjang warna gelap. Begitu sampai di pendopo kabupaten, keduanya langsung disambut oleh bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono.
Hari kemarin barang kali adalah hari terakhir Mugiyono mengendarai becaknya. Sebab, becak yang selama lima tahun terakhir menemaninya dalam memperjuangkan untuk menguliahkan Raeni akan ’dipensiunkan’. Hal itu setelah Bupati Widya telah memberikan pekerjaan baru bagi ayah Raeni sebagai pegawai pribadi Widya yang bertugas di Rumah Dinas Bupati Kendal. 
”Mulai besok Bapak (Mugiyono, Red) tidak usah mbecak lagi. Bekerja sama saya, mbantu bersih-bersih, antar-jemput anak saya ke sekolah dan sebagainya di rumah dinas. Jadi, tidak perlu mbecak lagi, karena njenengan sampun sepuh,” ujar Widya kepada Mugiyono.
Bupati mengaku kagum pada sosok Mugiyono. Menurutnya, sebagai bapak, semangat hidupnya untuk memperjuangkan anak patut diteladani. Begitu pun dengan Raeni, ia mengaku juga salut. Sebab, meski dari orang tak punya, semangatnya belajar tinggi dan mampu membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya milik orang kaya.
”Ini bukti bahwa ekonomi lemah bukan penghalang seseorang untuk berprestasi. Karena saya dulu juga berangkat dari orang tak punya, saya dulu juga cumlaude dengan IPK 3,6,” kata Widya, yang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang angkatan 1984.
Bahkan Widya mengaku sempat cuti kuliah selama lima tahun lantaran tidak memiliki biaya. Tapi, mendiang ayah Widya mengingatan dia pada sosok Mugiyono yang penuh semangat dan nasihat bijak kepada dirinya. ”Kami akan usulkan agar Raeni di tahun 2015 nanti bisa mendapatkan Bupati Award. Hal ini menjadi bukti tekad Pemkab untuk mewujudkan Kendal Cerdas,” tambahnya.
Sementara Mugiyono mengaku sangat berterima kasih atas pekerjaan baru yang diberikan bupati. Ia berharap, pekerjaan barunya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.
”Saya selalu berpesan kepada anak saya, meski orang tidak mampu jangan minder. Banyak-banyak berdoa, puasa dan salat malam maupun salat Duha. Selain itu, setiap kali berdoa, setiap harinya selalu dilebihkan, jadi semakin banyak berdoa maka Allah akan mengabulkannya,” katanya.
Sedangkan Raeni mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya jika prestasi yang diraihnya selama ini akan mempertemukannya dengan orang-orang besar dan dikenal banyak orang, karena banyak diundang di media televisi nasional.
”Senang bisa bertemu dengan Presiden SBY, Pak Menteri Pendidikan Mohammad Nuh, Bupati Kendal serta media cetak dan TV nasional. Bagi saya keberhasilan ini tidak luput dari perjuangan orang tua yang telah melahirkan dan mendoakan saya dengan penuh cinta kasih,” kata Raeni.
Raeni bercita-cita setelah kulihanya di London, ia ingin mengabdikan diri di Jateng untuk menularkan ilmu yang telah didapatnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, mengatakan, akan menjadikan Raeni sebagai Duta Sekolah dengan tema Raeni Go to School. ”Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada peserta didik di Kendal agar termotivasi,” ujarnya.(*/aro/ce1)