Bulog Mart untuk Kendalikan Harga

135

Miliki 51 Outlet di Seluruh Jateng

SEMARANG – Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Jawa Tengah semakin memperkuat industri hilir lewat Bulog Mart sejak 2013 lalu. Yakni dengan menyediakan beragam produk premium siap pakai dengan harga sangat terjangkau bagi masyarakat luas. Di antaranya beras kemasan 5 kg, gula kemasan 1 kg, minyak goreng kemasan 1 kg.
Bahkan tersedia pula daging, jagung, dan produk masyarakat lainnya. “Beragam produk yang kami jual langsung ke masyarakat, salah satunya untuk mengendalikan harga pasar, agar tidak merugikan masyarakat banyak. Kalau Bulog Mart tidak menjual gula dengan harga di bawah Rp 10 ribu, harga gula di pasaran bisa langsung melonjak tinggi,” tutur Kepala Divre Perum Bulog Jawa Tengah, Damin Hartono Roestam ketika berkunjung ke Kantor Radar Semarang, kemarin.
Damin yang didampingi wakilnya, Siti Kuwati dan jajarannya mengatakan, minyak goreng Bulog Mart hanya dijual dengan Rp 11.000 per kg, beras Rp 8.000 per kg, dan gula hanya Rp 9.200 per kg. “Demi stabilitas harga, kami sengaja menjual di bawah harga pasar,” tuturnya.
Saat ini, katanya, tersedia 51 outlet Bulog Mart di seluruh Jateng dan satu Distribution Centre (DC). “Kami melayani penjualan untuk masyarakat umum. Bahkan, boleh dijual lagi,” tuturnya.
Selain itu, kata Damin, Bulog juga membuka diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang memiliki produk pertanian. Yakni, masyarakat yang kesulitan memasarkan produknya, bisa joint penjualan dengan Bulog Mart. Dia mencontohkan, ada masyarakat yang memiliki hasil pertanian kedelai dalam jumlah banyak, bisa dibawa ke Bulog Mart.
“Kami sudah memiliki jalur distribusi yang cukup memadai,” tandasnya.
Dijelaskan, khusus dari Bulog Mart, Bulog Divre Jateng sudah membukukan pendapatan sekitar Rp 8 miliar dalam tahun pertama peluncuran. Kendati target awal, hanya 5 miliar. “Karena itulah pada tahun kedua ini, kami masih menargetkan jumlah pendapatan yang sama yakni, Rp 5 miliar. Harapannya, realisasi lebih dari Rp 8 miliar,” harapnya.
Sementara itu, terkait dengan penyaluran beras miskin (Raskin) yang menjadi tugas utama Bulog, dalam kondisi aman. Stok raskin saat ini sekitar 295 ribu ton yang setara dengan penyaluran selama 8 bulan. “Sudah dua tahun ini, Bulog tidak pernah melakukan impor beras. Meski secara total produksi petani ada kecenderungan menurun akibat beragam bencana akhir-akhir ini,” imbuhnya. (ida/smu)