Wonosobo Classic Rock Community Bangkitkan Musik Rock di Wonosobo

Para penikmat dan pemusik rock Wonosobo bertekad menggairahkan kembali musik rock setelah beberapa waktu tiarap. Minggu (22/6) akhir pekan lalu, di Allure Wonosobo dihelat pertunjukan musik, bertajuk Wonosobo Classic Rock Community. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

Jarum jam tepat pada angka 19.00,  udara Wonosobo dibalut kabut, mendung. Namun, kondisi cuaca itu tak berpengaruh terhadap ratusan orang untuk berkunjung ke Allure Wonosobo, sebuah pusat pujasera  tepat di selatan Alun-Alun Kota dingin itu.
Di lokasi itu, pada sisi utara berdiri panggung lengkap dengan alat musik. Di sana tampak beberapa orang tengah cek sound, sementara di sisi selatan ratusan kursi dan meja berderet dipadati pengunjung, nyaris tak ada kursi kosong.
Tak begitu lama, tepat pukul 19.30, dari atas panggung muncul lima orang yang usianya rata-rata 40-an, memainkan musik. Lantas semua pengunjung menyambut dengan tepuk tangan. Jump lagu koleksi Van Halen menghentak, memecah beku dingin Wonosobo malam itu. Waktu beranjak, musik beraliran rock milik God Bless bertajuk Bara Timur mengalun keras. Malam yang dingin pun mulai hangat.
Minggu malam lalu, Allure benar-benar milik para penikmat musik rock Wonosobo. Secara khusus, malam itu digeber musik beraliran rock melibatkan pemusik asal Wonosobo yang pernah jaya pada era 90-an. Sebut saja RockIn, berawak orang-orang berusia 40-an. Kemudian Armagedon, Exis Band, tak tertinggal vokalis band ACDC asal Wonosobo yang menembus kelas nasional, Guntur Geni ikut menyumbangkan lagu malam itu.
Menurut Wahyu Tri Suroso atau intim disapa  Wahyu Klen, acara malam itu memang khusus  untuk menyuguhkan music rock, dengan pengisi asal Wonosobo.
“Acara ini juga untuk menandai bangkitnya Wonosobo Classic Rock Community,” katanya.
Wahyu menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir, musik rock jarang terdengar di sejumlah panggung musik yang digelar di Wonosobo. Padahal para penikmat dan pemusik rock asal Wonosobo cukup banyak.
“Gagasan acara ini, awalnya dari ngobrol ringan. Kemudian berlanjut lewat facebook, ternyata responsnya sangat tinggi, terbukti semua kursi penuh,” ujarnya.
Irul Hidayat vokalis Rock In yang mempunyai karakter suara tinggi mengatakan, musik rock di hatinya bagaikan roh. Vakumnya industri musik rock dalam level nasional, membuatnya galau.
“Saya bermain music rock sejak era 80-an, dan ini sangat menyenangkan, maka saya berharap agenda seperti ini bisa rutin,” ujarnya. (*/lis)