Tanamkan Keindahan Tari Nusantara

146

WONOSOBO – Upaya Sanggar Satria Wonosobo menanamkan seni tari kepada siswanya terus ditingkatkan. Tak sekadar mengenalkan tari lokal, namun para siswa juga diajarkan tari nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menakar kemampuan siswa, kemarin (22/6) sajian tari nusantara melalui ujian semester genap dihelat di Allure Wonosobo.
Ujian seni tari semester genap tahun ajaran 2014, dihelat Sanggar Satria siang hari di Allure Wonosobo. Puluhan siswa, dibagi dalam beberapa kelompok menyuguhkan berbagai jenis tarian daerah di Indonesia. Di antaranya tari Bali, tari Betawi, tari Aceh, Jaipong Sunda serta berbagai jenis tari lainnya. Menariknya, pertunjukan seni tersebut, sebagai penentuan kenaikan siswa ke jenjang kelas berikutnya.
Menurut Kepala Sanggar Satria Wonosobo Waket Prasudi Puger, pergelaran Tari Nusantara merupakan bagian dari ujian semester genap bagi siswa Sanggar Satria. Dalam pergelaran ini, siswa menyuguhkan berbagai jenis tari dari tiap daerah di Indonesia.
“Salah satu prioritas pendidikan di Sanggar Satria, mengenalkan dan menanamkan kepada siswa untuk mengenal seni tari Indonesia,”katanya.
Untuk itu, kata Waket, dalam materi pendidikan tari tiap tahun tiap kelas diajarkan jenis-jenis tari nusantara. Untuk mengukur kemampuan siswa, tarian diujikan setiap semester sekali. Dalam ujian teresebut, dihadirkan 3 penguji dari praktisi seni tari lulusan ISI Surakarta dan ISI Jogjakarta.
“Kalau siswa hasil ujiannya bagus, maka akan naik kelas dan melanjutkan ke kelas berikutnya,” ujarnya.
Selain ujian, kata Waket, dalam acara itu juga digelar wisuda bagi siswa yang sudah dinyatakan lulus. Bagi siswa yang lulus, dipastikan menguasai minimal 12 jenis tarian, sekaligus menguasai seni drama tradisional.
“Kami juga kenalkan ketoprak dan wayang orang. Nah yang lulus sudah mengenal pendidikan itu,” ungkapnya.
Kepala Bagian Umum dan Protokoler Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo saat membuka ujian mengatakan, pola pendidikan seni seperti yang dilakukan oleh Sanggar Satria memberikan kontribusi besar dalam pelestarian kebudayaan daerah dan nasional.
“Wujud nyatanya, Sanggar Satria selalu terlibat dalam event budaya dan promosi seni budaya Wonosobo,” imbuhnya.
Untuk itu, kata Agus, pola pengajaran seni tari harus terus ditingkatkan. Sehingga seni tradisional warisan leluhur ini tidak punah.
“Kalau tiap tahun mampu meluluskan misalnya lima orang, maka sanggar satria telah melahirkan lima bibit dalam merawat seni budaya tari Indonesia,” pungkasnya. (ali/lis)