NGEMPLAK SIMONGAN-Tuntutan persaingan di dunia industri farmasi mendorong PT Phapros Tbk (non listed) untuk terus melakukan diversifikasi produk. Karena itu, pada 5 tahun ke depan, Phapros akan mengembangkan produk implant, biosimilar, hingga herbal.
“Untuk produk agromed-herbal diperkirakan akan menjadi fokus utama perseroan di masa mendatang,” kata Dirut PT Phapros Iswanto, di sela penyelenggaraan HUT PT Phapros ke 60 di Semarang, kemarin.
Menurutnya, produk implant generik akan dikembangkan sendiri mulai tahun 2016. Sementara ini, Phapros mengimpor implant dari luar negeri. “Kami sudah melakukan MoU dengan perusahaan Korea untuk memasarkan produk implant ini. Sudah mulai dalam jumlah kecil. Tetapi untuk Phapros sendiri, implant generik akan dikembangkan tahun 2016,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Iswanto mengatakan bahwa diversifikasi produk lain adalah memproduksi steam sel. Pasalnya masih besar dan produsennya juga masih minim. Sementara di pasar global sudah sangat berkembang dan di Indonesia, baru satu dua perusahaan yang memproduksinya, yakni Kalbe Farma dan Prodia.
“Dan dalam waktu dekat, kami akan melakukan MoU dengan dokter-dokter dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Riset dari mereka, dan kita yang produksi,” akunya.
PT Phapros sendiri, lanjutnya, terus mengembangkan produk sendiri dengan dukungan riset multicentre yang terpadu. Sehingga, menjadikan Phapros pelopor di bidang fitofarmaka melalui kompetensi dan keunggulan komparatif obat-obatan alami yang dikembangkan di bawah naungan divisi agromed atau herbal.
“Jadi produk agromed ini diprediksi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan Phapros di masa mendatang. Sebenarnya tiap tahun target kami memprodusi produk baru hingga 85 jenis. Hanya realisasinya secara bertahap,” ungkapnya. (hid/ida)