Performa PPSM Diprediksi Menurun

125

MAGELANG– Kondisi finansial PPSM Magelang diprediksi bakal mempengaruhi penampilan mereka selanjutnya. Padahal masih ada empat pertandingan sisa.       
Manajer PPSM, Widarto mengatakan, secara teknis performa pemain yang sebelumnya bisa bagus di tiga laga terakhir, akan sulit dikembalikan. Menurutnya, mereka sudah putus asa dengan sikap manajemen yang belum bisa memenuhi hak-haknya. “Mereka putus asa dengan sikap kita. Secara teknis memang sulit kalau ingin mengembalikan performa terbaik para pemain,” kata dia, kemarin.     
Sampai kini, pihaknya pun masih belum bisa memastikan kapan akan dimulai lagi latihan tim guna persiapan menyelesaikan kompetisi. Pihaknya saat ini hanya akan fokus dulu pada perbaikan finansial yang membutuhkan dana tak kecil.     
“Kita belum berpikir ke sana (latihan). Para pemain juga sudah pulang, seluruh barang pakaian mereka dibawa juga dan belum tahu kapan akan kembali ke sini (Magelang),” ucapnya.     
Dalam upayanya untuk memperbaiki kondisi finansial, sejauh ini pun sudah ada suatu rencana. Yaitu, bersama dengan beberapa tokoh sepak bola di Magelang, salah satunya Tri Djoko, mantan ketua PPSM yang memperjuangkan tim ini untuk masuk ke kompetisi kasta kedua Liga Indonesia, untuk membahas penyelesaian masalah keuangan tim.       
“Kami, selain Pak Tri Joko juga bersama Simolodro (pendukung PPSM) ingin menyelamatkan tim ini agar tetap menjadi kebanggaan warga Magelang,” ujarnya.
Kendati demikian, rencana tersebut baru sebatas wacana saja. Sebab, kepastian waktu pertemuan tersebut masih belum ada sampai kini.
Dia mengungkapkan, sebagian kecil data tersebut di antaranya gaji pemain yang belum terbayarkan, yaitu dari Mei dan Juni, serta Juli hingga Agustus mendatang. Kisaran Rp 600 juta harus disiapkan jika masih ingin menyelamatkan tim ini. “Itu masih belum biaya operasional yang dibutuhkan nanti,” tuturnya.
Terpisah, pelatih kepala PPSM, M Hasan mengatakan mengaku akan berusaha membangkitkan lagi anak-anak asuhannya tersebut. Terpenting, hak-hak pemain seperti bonus dan gaji bisa diselesaikan oleh manajemen. “Semangat bertempur saya rasa bisa dibangkitkan. Tapi, bonus dan gaji diharap bisa diselesaikan dulu,” ucapnya. (vie/lis)