SOLO – Jambore film pendek resmi dibuka oleh Wakil Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Wamen Kemendikbud) Windu Nurhayati, kemarin (21/6). Acara yang digelar di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, ini diikuti peserta pecinta film pendek usia sekolah. Mereka yang merupakan perwakilan dari 29 provinsi di Indonesia, adukreativitas dalam perfilman yang sudah digelar kali kedua ini.
Windu mengapreasiasi ruang film pelajar. Dalam acara ini, dia menilai para peserta yang semuanya pelajar akan mendapat pembekalan film dari instuktur dan pembina. Dia pun juga menilai bahwa perkembangan film sangat penting karena termasuk dalam perkembangan budaya. ”Film itu sangat penting, menunjukkan ekspresi nilai budaya. Jadi pengelolanya di bawah bidang kebudayaan,” terangnya.
Perkembangan film di Indonesia dinilai sangat menggembirakan. Jumlah film di Indonesia pada 2013, mencapai 100 lebih film ditonton 67 juta penonton. Menurutnya, hal itu dikarenakan tingginya minat generasi muda yang menggeluti dunia perfilman. ”Hal ini dimulai dari adik-adik yang menggeluti film. Komunitas film semakin banyak, bahkan di kota kecil dan daerah tertinggal. Wilayah komunitas film dimiliki perkotaan tidak benar lagi, film sudah menjamur di mana-mana,” papar dia.
Nur Subianto, panitia kegiatan menjelaskan, jambore ini digelar sepekan. Yakni dimulai 21 hingga 27 Juni mendatang. Sejumlah acara diadakan untuk peserta jambore, seperti mengunjungi museum manusia purba Sagiran dan pelatihan tentang film. ”Mereka akan mengunjungi Sangiran dan beberapa pelatihan, seperti penyusunan skenario, proses syuting dan sebagainya,” ungkap dia. (din/un/jpnn/smu)