TEMANGGUNG—Logistik pilpres yang diterima KPU Kabupaten Temanggung diprediksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaran pesta demokrasi ini. Logistik yang telah diterima penyelenggara pemilu di daerah penghasil tembakau ini memang ditemukan kerusakan, namun angkanya tidak berpengaruh terhadap ketersediaan karena persentase kerusakan kecil.
Ketua KPU Temanggung Sujatmiko mengatakan, dari ribuan sampul yang diterima oleh KPU, setelah disortir ditemukan beberapa sampul yang rusak dan gagal cetak.  “Setelah disortir ada kurang lebih 5 buah sampul yang rusak, dan 2 sampul yang cetakannya kurang sempurna,”katanya.
Namun, rusaknya sejumlah sampul tersebut tidak akan mempengaruhi pelaksanaan pilpres mendatang. Sebab jumlah logistik terutama untuk sampul masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dari 1.801 TPS yang ada di Kabupaten Temanggung.  “Memang ada yang rusak, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak, kerusakaan itu masih bisa di penuhi,” katanya.
Ia mengatakan, hingga Sabtu (21/6) logistik yang sudah di terima KPU antara lain, alat coblos, alas coblos, tinta dan sampul yang akan digunakan untuk mengemas surat suara dan berita acara hasil pencoblosan nanti.
Disebutkan, untuk sampul sendiri terdiri dari beberapa jenis sampul. Di antaranya, sampul V S1 PWP TPS ke PPS sebanyak 1.801 buah, sampul V S1 PWP TPS ke KPU sebanyak 1.801 buah. Sampul V S2 PWP 5.403 buah, sampul V S3 1 PWP 1.801 sampul. Kemudian Sampul V S3 2 PWP sebanyak 1.801 sampul.
Lanjutnya, sampul V S4 PWP 3.602 buah, serta sampul untuk kunci kotak suara sebanyak 3.602 buah. Sampul IV S1 PWP sebanyak 289 buah, sampul III S1 PWP 20 buah, sampul II S1 PWP sat buah, sampul II S2 PWP sebanyak 5.403 buah. “Sampul-sampul ini nantinya akan diseting dan dimasukkan dalam kotak suara sesuai dengan kebutuhan masing-masing TPS,”katanya.
Selain itu, sebelumnya KPU juga telah menerima logistik berupa tinta sidik jari, setelah disortir dan pengemasan ulang ditemukan sekitar kurang lebih 36 botol tinta yang bocor.
“Pertama kali logistik yang kita terima yakni tinta sidik jari, setelah di sortir dan di kemas ulang, ada sekitar 36 botol tinta yang bocor, tapi itu masih bisa digunakan hanya bocor sedikit, sehingga tidak akan berpengaruh pada persiapan logistik nanti,”jelasnya.
Ia menuturkan, setelah semua jenis logistik ini selesai disortir, pihaknya akan melakukan seting logistik ke kotak suara. Seting logistik sendiri akan dilakukan oleh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). (zah/lis)