Angkat Wisata Kendal, Jadi Ajang Belajar Fotografi

147

Lebih Dekat dengan Komunitas Kendal Jepret

 Berawal dari hobi memotret dan kemudian terbentuk komunitas fotografi, Kendal Jepret telah melahirkan banyak karya yang penghargaan di tingkat nasional. Seperti apa?
 
BUDI SETYAWAN, Kendal

KOMUNITAS Kendal Jepret adalah komunitas para pecinta seni fotografi di Kendal. Keistimewaannya, lebih mengangkat kebudayaan, pariwisata dan potensi lokal untuk dipublikasikan agar menjadi daya tarik wisatawan.
Salah satu anggota Kendal Jepret, Rizky Imhan Rochanza mengatakan awal terbentuknya komuntas ini hanyalah beberapa sekumpulan muda-mudi Kendal yang kebetulan melakukan hunting foto bersama.
“Setelah itu, disepakati bersama untuk membentuk komunitas Kendal Jepret untuk mewadahi para pecinta fotografi yang ada di Kendal. Sebab, sebelum komunitas ini terbentuk belum ada komunitas lain,” tuturnya.
Semangat dibentuknya komunitas ini, lanjut Rizky, adalah untuk membangun Kendal khususnya pariwisata melalui seni fotografi. Caranya, dengan menampilkan karya-karya tentang wisata yang ada di Kendal. “Jadi saat ada even pameran foto, kami pamerkan,” tuturnya.
Menurutnya, Kendal memiliki banyak wisata yang tak kalah dengan daerah lainnya. Hanya saja, dunia pariwisata di Kendal kurang gencar dipromosikan, sehingga tak banyak masyarakat luar yang tahu.
Selain itu, pengelolaan pariwisata di Kendal diakuinya memang minim inovasi, sehingga selalu tertinggal dengan wisata-wisata di kota lain. Saat musim liburan misalnya, Kendal yang berada di jalur pantura hanya menjadi kabupaten yang dilewati, tanpa ada wisatawan yang singgah.
Dari situlah, Komunitas Kendal Jepret ingin mengangkat wisata di Kendal agar ramai dan banyak dikunjungi wisatawan. “Dari kegiatan dan foto-foto yang kami publikasikan, baik di media sosial maupun pameran foto, Kendal Jepret kerap dilibatkan dalam kegiatan Dinas Pariwisata Kendal,” ujar Koordinator Kendal Jepret, Prasetyo Budi Utomo.
Untuk memotret daerah-daerah wisata di Kendal, katanya, awalnya hanya beberapa orang saja yang terlibat. ”Namun kini sudah lebih dari 30 orang menjadi anggota aktif di Kendal Jepret,” tuturnya.
Selain sebagai wadah hobi, Komunitas Kendal Jepret, lanjut Prasetyo, juga menjadi wadah bagi para pecinta fotografi untuk belajar bagi fotografer pemula. Selain memotret, kegiatan lainnya adalah belajar memotret, mulai dari teknik dasar penggunaan dan fungsi kamera sampai pada pengambilan sudut pemotretan.
“Jadi saling berbagi pengalaman antara satu anggota dengan anggota lain. Pasalnya, kebanyakan anggota yang gabung bukanlah berangkat dari fotografer sungguhan yang sudah memiliki teknik, melainkan belajar secara otodidak,” jelasnya.
Bagi Prasetyo sendiri, dengan hobinya memotret telah membawanya untuk meraih banyak penghargaan tingkat nasional. Bahkan sudah membawanya untuk hunting ke beberapa daerah seperti Kalimantan, Banten dan bahkan luar negeri ke Thailand. “Semakin banyak hunting, semakin banyak pengalaman. Jadi tahu banyak daerah, kebudayaan dan bahasa-bahasa,” tambahnya. (*/ida)