TEMANGGUNG—Di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Temanggung tidak akan didirikan TPS khusus dalam Pilpres 9 Juli mendatang.  Nantinya, seluruh penghuni hotel prodeo ini akan masuk dalam TPS perkampungan sekitar. Namun, dalam teknis pencoblosan suara nantinya, akan dilakukan sistem khusus dengan pendampingan ketat dari aparat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung Ari Murti Hendrowardani mengatakan, 86 warga binaan yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di rutan tersebut akan diikutsertakan di TPS 11 Temanggung II. Bila , nanti pada pelaksanaan pencoblosan, jumlah pemilih membeludak maka akan diikut sertakan di TPS 4, 5 dan 6 di atas jam 12.00.
Ia menyebutkan, warga yang terdaftar di dalam rutan tersebut, jumlahnya bisa berubah setiap saat. Kemungkinan berkurang sangat sedikit, namun kemungkinan bertambah justru lebih besar sebab sewaktu-waktu bisa ada penambahan jumlah warga binaan.
“Pengalaman pada pemilu legislatif seperti itu, dari sekitar 80an warga binaan yang terdaftar dalam DPT. Saat pelaksanaan pencoblosan menjadi sekitar 140 warga  binaan,” terangnya usai memberikan sosialisasi di rutan Temanggung Jumat pagi kemarin.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kekurangan surat suara saat pencoblosan, akan dipenuhi oleh tiga TPS terdekat dengan lingkungan rutan tersebut yakni di TPS 4, 5 dan 6 di lingkungan tersebut.
“Setiap TPS ada penambahan surat suara, jika di TPS yang didirikan di rutan mengalami kekurangan surat suara maka petugas dari TPS 4, 5 dan 6 akan mendatangi rutan,” katanya.
Ia menjelaskan, TPS yang ada di lingkungan tersebut akan didirikan di lingkungan rutan. Namun demikian tidak berarti masyarakat umum bisa keluar masuk seenaknya. Petugas di TPS ini terlebih dahulu akan melayani warga binaan yang masuk dalam DPT.   
Ia mengatakan, warga binaan di rutan tersebut tetap memperoleh hak yang sama dengan warga pada umumnya. KPU akan mengikutsertakan warga binaan di rutan tersebut TPS yang ada di lingkungan rutan tersebut. “Semua warga mempunyai hak yang sama dalam pemilu presiden, memberikan hak suaranya untuk memilih presiden,” ujarnya
Ia mengatakan, meskipun waktu untuk melakukan sosialisasi di rutan sangat sedikit, hanya sekitar setengah jam, warga binaan di rutan Temanggung sudah memahami dan mengerti maksud dan tujuan serta bagaimana tata cara pencoblosan.  
Dikatakan, sosialisasi yang dilakukan di rutan ini karena akses warga binaan untuk mendapatkan informasi pemilu presiden sangat minim, sehingga KPU secara langsung meluangkan waktu untuk memberikan sosialisasi di rutan.  
“Sumber informasi warga binaan ini sangat terbatas, padahal mereka harus mendapatkan informasi yang benar, untuk itu kami datangi dan melakukan sosialisasi langsung terhadap warga binaan,”terangnya.
Ia menuturkan, sosialisasi tidak hanya semata-mata mengejar tingkat partisipasi pemilih saja, tetapi lebih pada pelayanan terhadap pemilih sehingga semua pemilih bisa memahami dan mengerti arti pemilu sesungguhnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Kelas II A Temanggung Sagiman menyambut baik atas sosialisasi pemilu presiden yang dilakukan oleh KPU Temanggung, mengingat selama ini akses untuk mendapatkan informasi sangat minim.
“Dari 141 warga binaan yang ada di rutan, hanya 86 warga binaan yang sudah masuk dalam DPT, selebihnya belum. Biasanya pada pelaksanaan pencoblosan nanti KPU mempersiapkan kekurangan surat suara dengan mendatangkan petugas dari TPS sekitar lingkungan rutan. Pada pileg lalu pencoblosan di rutan berjalan dengan sangat baik, semoga saja pada pemilu presiden ini juga berjalan lancar,” katanya. (zah/lis)