Portal Pengaman Sabodam Dirusak

103

MUNGKID– Pemasangan portal di Sungai Pabelan tepatnya di Desa Adikarto Kecamatan Muntilan sepertinya tak dikehendaki. Bagaimana tidak, portal itu dirusak orang tak dikenal, dini hari, kemarin.       
Menurut informasi yang dihimpun koran ini, warga melihat ada sebuah truk bermuatan pasir yang nekat menerjang portal. Padahal, tinggi dan lebar portal tidak cukup untuk dilewati truk itu.     
Melihat hal itu, beberapa warga berusaha mengingatkan sopir agar menghentikan truknya. “Warga meminta sopir itu untuk putar balik lagi. Mereka khawatir, portal sebelah barat juga rusak. Warga takut, jika kedua portal nanti rusak, arus lalu lintas galian C akan bebas melewatinya. Padahal, kontruksi jembatan diatas sabo dam tidak untuk angkutan galian C maupun angkutan di atas 6 ton,” ungka Slamet saksi mata.       
Warga kemudian melapor ke pemerintah desa yang ditindaklanjuti ke Dinas Perhubungan, DPU dan ESDM serta BPBD Kabupaten Magelang. “Kami juga langsung ke lokasi bersama petugas dari DPU dan BPBD. Dan ternyata benar, portal sebelah timur sudah rusak. Untuk sebelah barat, kondisinya juga sudah rusak meski tidak separah yang sebelah timur,” kata Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kabupaten Magelang Sigit Santoso, kemarin.     
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengendali Lahar Gunung (PLG) Merapi dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dwi Purwantoro menyayangkan kerusakan portal tersebut. Meski begitu, pihaknya akan segera memperbaiki portal yang rusak tersebut. “Terus terang, kami menyayangkan pengrusakan portal itu bisa terjadi. Padahal, portal itu untuk mengamankan jembatan yang ada di atas sabo dam. Kami tegaskan lagi, bahwa kontruksi sabo dam hanya terbatas untuk kapasitas 6 ton ke bawah. Bukan untuk galian C atau pun angkutan lain di atas 6 ton,” katanya, terpisah.     
Pihaknya akan secepatnya memperbaiki portal yang rusak tersebut. “Minggu ini akan segera kami perbaiki. Namun sifatnya hanya sementara. Baru nanti akan kami perbaiki secara permanen dengan mengganti portal dengan besi yang lebih kuat. Yang jelas, kami minta pada warga sekitar dan juga pemerintah Kabupaten Magelang, untuk ikut menjaganya. Karena jika sabo dam itu rusak, yang rugi juga warga dan Pemkab Magelang sendiri,” tegasnya. (vie/lis)