SEMARANG – Guna meningkatkan kapasitas produksi obat, PT Phapros Tbk akan membangun pabrik baru di kawasan Pringapus, Kabupaten Semarang. Pabrik baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi obat tablet yang mencapai 6 miliar tablet.
”Selama ini, kapasitas produksi obat yang dihasilkan mencapai dua miliar tablet. Tentunya, pembangunan pabrik baru ini bisa meningkatkan produski obat sampai 6 miliar tablet,” kata Direktur Utama PT Phapros Tbk, Iswanto kepada wartawan di Pabrik Phapros, Jalan Simongan, kemarin, Jumat (20/6).
Dengan tingkat pertumbuhan produksi obat dua kali lipat ini, katanya, akan menerapkan efisiensi dalam proses produksi. Antara lain menerapkan teknologi modern sehingga mengurangi tenaga kerja manusia. ”Tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya hanya sekitar 100-150 orang saja, sehingga produk obat yang dihasilkan bisa lebih kompetitif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iswanto mengatakan, saat ini dengan satu pabrik di Simongan yang beroperasi di area sekitar 3 hektare, Phapros telah memproduksi 230 produk obat. ”Obat jenis tablet seperti Antimo mencatat penjualan tertinggi,” katanya.
Iswanto mengaku pada 2014 PT Phapros telah mendapatkan proyek tender pengadaan obat dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berdasarkan e-catalog senilai Rp 120 miliar. Dan distribusi obat BPJS Kesehatan tersebut akan menyumbangkan pendapatan sekitar 20 persen dari target penjualan sampai akhir 2014 senilai Rp 620 miliar.
”Untuk target penjualan tahun ini dipatok tumbuh 20 persen dari tahun lalu senilai Rp 521 miliar. Sedang laba bersih, kami harapkan bisa tumbuh sampai 50 persen dari 2013 senilai Rp 43 miliar,” katanya.
PT Phapros, ungkapnya, telah memperluas pasar ekspor sampai ke beberapa negara antara lain Kamboja dan Vietnam. ”Kami telah melakukan ekspor perdana produk Ibuproven ke Kamboja pada April lalu. Dan Juli nanti, akan ekspor ke Vietnam produk Antimo Anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Produksi Phapros, Barokah Sri Utami menambahkan untuk pembangunan pabrik baru sudah disiapkan lahan seluas 10 hektare. ”Dan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Priangapus diharapkan pada Oktober mendatang,” ungkapnya. (hid/ida/ce1)